Ketetapan Mengawali dan Mengakhiri Puasa

A. PENTINGNYA PERHITUNGAN YANG JELAS DALAM MENGAWALI PUASA.

Ramadhan berawal pada hari Syak (Ragu-ragu) adalah terlarang, yakni seseorang merasa ragu-ragu pada tanggal akhir bulan Sya’ban, jangan-jangan Ramadhan barangkali sudah dimulai, maka ia mulai berpuasa, maka puasanya tidak jaiz[1], seperti yang diterangkan oleh hadits berikut ini : Lanjutkan membaca “Ketetapan Mengawali dan Mengakhiri Puasa”

Iklan

Definisi I’tikaf dan Pelaksanaannya

Di Bulan puasa ini, seperti yang disunnahkan oleh Rasulullah saw– pelaksanaan I’tikaf tidak lepas dari rangkaian Ibadah beliau saw. Sampai mendekati waktu kewafatan beliau (saw) pun I’tikaf tetap beliau laksanakan. Bahkan pelaksanaannya ditingkatkan dua kali lipat. Apa pengertian dan Bagaimana pelaksanaannya? simak uraian berikut: Lanjutkan membaca “Definisi I’tikaf dan Pelaksanaannya”

Shalat Tarawih

Dalam Bulan Ramadhan ini, tentunya pelaksanaan Shalat Tarawih ini tidak lepas dari rangkaian ibadah di bulan suci itu. Oleh karena itu akan dibahas sekelumit mengenai Shalat Tarawih ini.

A. PENGERTIAN TARAWIH

Shalat taraawih adalah shalat sunah yang dikerjakan umat Islam setiap malam pada bulan Ramadhan. Shalat ini dahulu dikenal dengan Qiyam Ramadhan. Istilah Tarawih tidak dipakai pada zaman Nabi Muhammad saw. namun baru dipopulerkan pada zaman khalifah Umar ra. (HR Malik)[1] Lanjutkan membaca “Shalat Tarawih”

Hal-Hal yang Tidak Membatalkan Puasa

Beberapa Hal yang tidak membatalkan Puasa yaitu:

A. MENCIUM ISTRI/SUAMI.

Mencium tidak membatalkan puasa, namun ini dengan syarat bahwa ciuman itu tidak mengandung nafsu birahi. Apabila ciuman dilakukan dengan menyertakan nafsu, maka hal itu bisa menghilangkan pahala puasa kita. Karena salah satu fungsi puasa adalah untuk mengekang hawa nafsu.

Jadi apabila kita merasa bahwa ciuman yang akan dilakukan dapat menimbulkan nafsu maka hendaklah ditahan. Akan tetapi apabila sekedar mencium anak sendiri, atau ciuman kasih sayang terhadap istri, itu dibolehkan. Hal ini dijelaskan oleh Hz. ‘Aisyah, yaitu: Lanjutkan membaca “Hal-Hal yang Tidak Membatalkan Puasa”

Hal-Hal yang Membatalkan Puasa

Ada beberapa hal yang dapat membatalkan ibadah puasa seseorang. Yaitu sebagai berikut:

A. MAKAN DAN MINUM DENGAN SENGAJA DI SIANG HARI

Sudah tentu hal ini akan membatalkan puasa seseorang, sebab salah satu unsur dilakukannya puasa adalah menahan makan dan minum. Hal ini dapat kita cermati dari ayat Quran berikut ini:

– … wa kulû wasyrobû hattâ yatabayyana lakumul-khoythul-abyadhu minal-khoytil-aswadi minal-fajr(i). Tsumma atimmush-shiyâma ilal-layl(i)…-

“…..makan dan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam ….”(Al Baqarah: 187) Lanjutkan membaca “Hal-Hal yang Membatalkan Puasa”

Macam-Macam Puasa

Menurut para ahli fiqih, puasa yang ditetapkan syariat ada 4 (empat) macam, yaitu puasa fardhu, puasa sunnat, puasa makruh dan puasa yang diharamkan.

A. PUASA FARDHU

Puasa fardhu adalah puasa yang harus dilaksanakan berdasarkan ketentuan syariat Islam. Yang termasuk ke dalam puasa fardhu antara lain:

a. Puasa bulan Ramadhan

Puasa dalam bulan Ramadhan dilakukan berdasarkan perintah Allah SWT dalam Al-Qur’an sebagai berikut :

– yâ ayyuhal-ladzîna âmanûkutiba ‘alaykumush-shiyâmu kamâ kutiba ‘alal-ladzîna min qoblikum la’allakum tattaqûn – Lanjutkan membaca “Macam-Macam Puasa”

Puasa dalam Safar atau Perjalanan

Mengenai Puasa dalam safar atau dalam perjalanan, Rasulullah saw. pernah memerintahkan kepada umatnya untuk memilih untuk berbuka maupun tetap melanjukan puasanya. Di lain waktu juga Rasulullah saw. mencontohkan kepada umatnya untuk berbuka. Dan di saat yang lain pula, Rasulullah saw. tetap berpuasa saat perjalanan. Mengapa hal ini begitu beragam? Mengenai hal ini, akan dibahas satu persatu. Lanjutkan membaca “Puasa dalam Safar atau Perjalanan”