Pernyataan Sikap Ahmadiyah Muslim Internasional Terhadap Serangan Israel di Gaza


Jama’at Ahmadiyah Internasional mengumumkan sikapnya mengenai serangan Israel terhadap Gaza, Palestina. Dalam siaran persnya pada 16 Januari 2009 itu Jama’at Muslim Ahmadiyyah mengutuk berlanjutnya serangan-serangan di Gaza yang sedang mengarah pada bencana kemanusiaan.

Disebutkan bahwa Kaum pria, wanita dan anak-anak yang tak bersalah sedang kehilangan jiwa mereka setiap hari disebabkan kebrutalan pasukan pendudukan. Tindakan apa pun yang sedang diambil sepenuhnya adalah tidak layak dan kejam.

Imam Jama’at Muslim Ahmadiyyah sedunia, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad telah memperingatkan bawa konflik baru-baru ini di Gaza dapat berkembang lebih jauh lagi. Beliau bersabda:

“Saya telah seIalu mengatakan bahwa jika kejujuran dan keadilan tidak didahulukan maka dunia akan menghadapi satu bencana yang mematikan. Jika kita ingin menyelamatkan keturunan-keturunan kita di masa mendatang dari akibat peperangan yang menakutkan maka kita wajib bertindak sekarang dan dengan keadilan. Jika tidak, saya khawatir, keadaan akhir-akhir ini tidak mungkin tetap terbatas pada satu atau dua negara saja tapi dapat mempercepat satu peperangan global, yang akibatnya benar-benar akan menghancurkan.”

Tampak bahwa selama krisis akhir-akhir ini kebanyakan (mayoritas) dunia Muslim tetap tinggal diam dan mereka ketinggalan dengan para akademisi, politisi dan berbagai organisasi di Barat untok mengutuk apa yang sedang terjadi di Gaza. Dunia Muslim seharusnya berterima kasih kepada mereka semua yang menampilkan keberanian dan ketulusan untuk berbicara terhadap kekejaman-kekejaman seperti itu.

Hadhrat Mirza Masroor Ahmad bersabda: “Kekejaman orang-orang Israel sedang meningkat dengan cepat. Sungguh telah banyak orang yang sebelumnya telah memberikan dukungan mereka kini sedang berbalik melawan (menentang) mereka. Negara-negara yang tetap diam itu sebenarnya sedang membantu kekejaman ini.”

Jama’at Muslim Ahmadiyyah memandang dengan kepedulian sepenuhnya pada bencana kemanusiaan yang sedang berlangsung di Gaza. Jama’at bertekat untuk  meringankan penderitaan ini. Dalam mengulas hal ini, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad bersabda:

“Keadaan di Gaza sedang memburuk dan lebih buruk. Kita melihat bahawa anak-anak, wanita-wanita dan orang-orang tua yang tak bersalah sedang dibunuh setiap hari. Perserikatan Bangsa-Bangsa dan organisasi-organisasi lain seperti Save the Children telah diberikan jangkauan terbatas untuk memberikan bantuan [kemanusiaan]. Para anggota Jama’at Muslim Ahmadiyyah secara perorangan hendaknya menyokong organisasi-organisasi seperti itu hingga batas terbaik kemampuan mereka dan pada tingkat koletif lembaga bantuan kita sendiri, Humanity First, juga akan berbuat demikian.”

Jama’at Muslim Ahmadiyyah ingin menjelaskan bahwa ia merupakan komunitas yang penuh damai yang tak ada muatan agenda atau ambisi politik. Ia hanya menginginkan untuk melayani dunia dengan menyebarkan pesan perdamaiannya. Di tengah-tengah konflik akhir-akhir ini, semboyan Jama’at, ‘Love for All, Hatred for None’ (Cinta Kepada Semua, Tiada Benci Kepada Siapapun), selalu lebih bergema. Jama’at mengharapkan dan berdo’a untuk perdamaian di Gaza dan di semua bagian dunia yang berkemelut.

Hadhrat Mirza Masroor Ahmad melanjutkan:

“Semoga Tuhan melindungi dan menjaga dunia dari kehancuran dan kemelut. Semoga perdamaian tercipta dan semoga dunia diselamatkan dari segala bentuk peperangan dan teror.”

Jama’at Muslim Ahmadiyyah juga ingin mengingatkan semua pihak yang terkait, bahwa di masa lalu kapan saja nama Islam telah digunakan untuk membenarkan segala bentuk teror atau [tindakan]
ekstrim, Jamaat telah selalu mengutuk tindakan-tindakan demikian tanpa ragu-ragu dan ia akan terus melakukan demikian di masa mendatang. Dalam hal ini Jamaat selamanya dibimbing oleh petunjuk Al-Qur’an bahwa ‘Tak ada paksaan dalam agama’.

Selain itu Hadhrat Mirza Masroor dalam Khotbah Jum’atnya pada tanggal 2 Januari 2009, beliau menyataakan bahwa konflik yang terjadi antara Israel dan Palestina saat ini tidak seimbang dan tidak proporsional di setiap hal. Orang-orang Palestina seharusnya meluruskan jalan-jalan (langkah) mereka dan tunduk di hadapan Allah dan bermohon pertolongan-Nya dan mohon rahmat-Nya, dan mengenali Imam pada zaman ini. Jika konflik Muslim di dunia Islam saat ini tidak terselesaikan untuk mencapai perdamaian, Hudhur (a.t.b.a) mengatakan bahwa beliau memperkirakan perang dunia tidak terlalu jauh (untuk terjadi) dalam waktu dekat.

“Semoga Allah memberikan semangat kepada Ahmadi untuk berdoa dengan penuh hasrat bagi perdamaian dunia dan melindungi dari perang dan memberikan kemampuan kepada umat ini untuk bersatu. Amin. Huzoor (atba) berdoa untuk kesuksesan dan kemakmuran pada tahun ini dengan berkah-berkat bagi semua Ahmadi.” tambah beliau di akhir khotbah.

Di lain kesempatan, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad atba. bersabda dalam Khotbah Jumatnya pada 9 Januari 2009:

“Di sisi lain, tujuan dari pembacaan shalawat juga langsung terkait dengan kedudukan yang diberikan kepada Al Masih yang dijanjikan oleh Nabi Suci (saw) sendiri, karena ia termasuk yang tertinggi di antara keluarga rohani Nabi Suci (saw). Mengenai Imam Mahdi, penghulu kita yang tercinta (saw) bersabda: “Ketika kalian melihat dia (Imam Mahdi), maka haruslah kalian bai’at kepadanya bahkan walaupun jika kalian harus merangkak di atas gunung-salju karena dia (Imam Mahdi) adalah sebagai khalifah Allah. ” Al Masih yang dijanjikan menyatakan bahwa kedudukan yang demikian mulianya diberikan kepada beliau sebagai akibat dari kecintaan yang mendalam kepada Nabi (saw) dan karena banyaknya shalawat yang beliau panjatkan. Kasyaf yang Al Masih yang dijanjikan alami dimana Hadhrat Fatima (r.a.) memegang kepalanya di pangkuannya (referensi ke minggu sebelumnya dari khotbah Jumat) juga menunjukkan kenyataan bahwa beliau termasuk dalam keluarga rohani Nabi Suci (saw.). Pada satu kesempatan, ketika Al Masih yang dijanjikan sakit, sebelum beliau mengaku sebagai Al Masih, telah diwahyukan kepadanya bahwa beliau hendaknya membacakan shalawat. Ini adalah bukti lain bahwa Al MAsih yang dijanjikan mempunyai hubungan langsung dengan Nabi Suci (saw) dalam pandangan Allah dan Nabi Suci (saw) sendiri. Huzoor (aba) mengingatkan bahwa menjadi tanggung jawab besar bagi Jamaat Ahmadiyah untuk membacakan shalawat sebanyak-banyaknya karena kita percaya pada Imam zaman, yang merupakan bagian dari keluarga Nabi Suci (saw). Dengan melihat krisis Palestina / Israel yang berlangsung sekarang dan mengakibatkan kerugian jiwa yang besar sekali di kamp Palestina, Hudhur (atba) mengungkapkan pandangan beliau bahwa tak satupun bangsa Muslim menyuarakan keberatan terhadap aksi brutal yang tidak adil yang sedang dilakukan. Pada beberapa kesempatan, seperti ketika keberatan seperti itu telah dikemukakan, pernyataan-pernyataan yang santun dan rasa iba yang disampaikan menjadi tidak berpengaruh sama-sekali. Sebaliknya, beberapa kelompok di negara-negara barat yang bersuara kuat mengutuk Israel dan mengadakan demonstrasi-demonstrasi yang menonjol. Nampaknya bangsa Muslim telah menjadi tidak berperasaan hingga melewati batas pemikiran terhadap kebinasaan [yang menimpa] saudara-saudara mereka, dan karena itu, adalah kewajiban pada Jamaat Ahmadiyah untuk banyak-banyak membacakan shalawat untuk menolong umat Muslim dan berdoa kepada Allah, sebab doa adalah satu-satunya senjata untuk mencapai kemenangan Islam.” []

———–

16 January 2009

PRESS RELEASE

As the war in Gaza nears its fourth week, the Ahmadiyya Muslim Jamaat takes this opportunity to condemn the continued attacks which are leading to a humanitarian disaster. Innocent men, women and children are losing their lives on a daily basis due to the brutality of the occupying force. Whatever action is being taken is wholly disproportionate and cruel.

The world Head of the Ahmadiyya Muslim Jamaat, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad has cautioned that the current conflict in Gaza could yet escalate further. He said: “I have always said that if fairness and justice does not prevail then the world is facing a grave disaster. If we wish to save our future generations from the horrific effects of war then we must act now and with justice. Otherwise, I fear, the current situation may not remain limited to just one or two countries but could escalate into a global war, the result of which would be truly devastating.”

It is of note that during the current crisis the majority of the Muslim world has remained silent and it has been left to academics, politicians and various organisations in the West to condemn what is happening in Gaza. The Muslim world should be grateful to all of them for displaying the courage and conviction to speak out against such atrocities. Hadhrat Mirza Masroor Ahmad said:
“The cruelty of the Israelis is progressively increasing. Indeed many people who had previously offered their support are now turning against them. Those countries who remain silent are actually assisting with this cruelty.”

The Ahmadiyya Muslim Jamaat views with utmost concern the growing humanitarian disaster that is occurring in Gaza. The community is committed to alleviating this suffering. Commenting upon this, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad said:

“The situation in Gaza is getting worse and worse. We see that innocent children, women and the elderly are being killed on a daily basis. The United Nations and other organisations such as Save the Children have been given limited access to provide aid. Members of the Ahmadiyya Muslim Jamaat should individually support such organisations to the best of their ability and on a collective level our own charity, Humanity First, will also do so.” The Ahmadiyya Muslim Jamaat wishes to be clear that it is a peaceful community who harbours no political agenda or ambition. It wishes only to serve the world by spreading its message of peace. Amidst the current conflict, the community’s motto of, ‘Love for All, Hatred for None’, is ever more resonant. The community desires and prays for peace in Gaza and in all other troubled parts of the world.

Hadhrat Mirza Masroor Ahmad continued:

“May God protect and safeguard the world from self-destruction and calamity. May peace prevail and may the world be saved from all forms of war and terror.”

The Ahmadiyya Muslim Jamaat also wishes to remind all concerned, that in the past whenever the name of Islam has been used to justify any form of terror or extremism, the Jamaat has always condemned such acts without hesitation and it will continue to do so in the future. In this respect the Jamaat is forever guided by the Qur’anic injunction that ‘There should be no compulsion in religion’.

End of Release
Further Info: Abid Khan, Press Secretary AMJ International (press@ahmadiyya.org.uk) / (UK) 07795490682

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: