Masjid Sadasari Kembali Dirusak Massa


29/01/2008 05:41 Agama
Massa Merusak Masjid Milik Ahmadiyah
http://www.liputan6.com/daerah/?id=154157

080129aahmadiyah.jpgLiputan6.com, Majalengka: Masjid milik jemaat Ahmadiyah di Desa Sadasari, Argapura, Majalengka, Jawa Barat, belum lama ini kembali menjadi sasaran amuk massa. Aksi anarkis ini diperbuat sekelompok warga yang tak menerima keberadaan jemaat Ahmadiyah. Selain merusak masjid, massa juga membakar karpet yang berada di dalam tempat ibadah kelompok tersebut.

Sejumlah polisi yang berjaga di sekitar masjid tak mampu berbuat banyak. Ini mengingat jumlah warga lebih banyak. Aksi perusakan untuk kesekian kalinya ini terjadi usai warga menggelar unjuk rasa ke Kantor Bupati dan Kejaksaan Negeri setempat. Demonstran juga menuntut agar rekan-rekan mereka yang diperiksa polisi terkait aksi perusakan sebelumnya segera dibebaskan. Namun karena menilai tuntutannya tidak ditanggapi, massa kemudian melampiaskan kemarahan dengan merusak masjid milik pengikut Ahmadiyah [baca: Puluhan Perusak Masjid Ahmadiyah Serahkan Diri].(ANS/Ridwan Pamungkas)

———————

Lagi, Masjid Ahmadiyah Dirusak
Senin, 28 Januari 2008 | 18:21 WIB
http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/jawamadura/2008/01/28/brk,20080128-116411,id.html

TEMPO Interaktif, Majalengka:Masjid Al Istiqomah milik Jamaah Ahmadiyah yang terletak di Desa Sadasari, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, Senin (28/1) dirusak massa. Akibatnya, masjid mengalami kerusakan cukup parah dan tidak bisa digunakan lagi untuk beribadah.

Berdasarkan pantauan, kerusakan masjid yang terdiri dari dua lantai ini terjadi di semua bagian. Genting masjid hancur berantakan. Serpihan genting pun memenuhi bagian dalam mesjid. Seluruh plafon masjid juga berantakan. Tidak hanya itu, seluruh kaca, baik di lantai bawah maupun lantai atas, hancur berantakan. Karpet mesjid yang berwarna hijau pun sempat dibakar puluhan massa di dalam mesjid. Tetapi karpet ini dapat dikeluarkan sebelum sempat membakar masjid.

Pengrusakan masjid milik Jamaah Ahmadiyah berawal dari adanya demonstrasi yang dilakukan puluhan warga Desa Sadasari ke gedung DPRD Kabupaten Majalengka. Demo berlangsung damai. Setelah lebih dari 1 jam melakukan demo, puluhan warga Desa Sadasari ini pun segera pulang ke desanya dengan pengawalan polisi. Namun karena jumlah polisi yang mengawal sedikit, massa pun dengan leluasa bisa merusak masjid milik warga Ahmadiyah sebelum pulang ke rumah masing-masing. Dengan menggunakan kayu dan batu, masjid itu pun dirusak. Usai merusak, warga melarikan diri.

Kepala Polres Majalengka AKBP Gagah Suseno mengungkapkan bahwa pihaknya malam ini akan melakukan pemanggilan terhadap koordinator lapangan yang melakukan demo tadi pagi. “Saya akan memanggil GAM (Gerakan Anti Maksiat) dan Persis (Persatuan Islam) yang tadi pagi melakukan demo,” tuturnya. Gagah berjanji, jika memang ditemukan unsur pelanggaran, pihaknya akan bertindak tegas.

Ketua Persatuan Islam Majalengka, M. Ridwan, mengakui adanya demo di gedung DPRD Kabupaten Majalengka. “Tetapi soal penyerangan ke masjid milik Ahmadiyah di Desa Sadasari, saya sama sekali tidak tahu,” tuturnya.

Ia menyatakan, demo di gedung DPRD dilakukan untuk menekan pemerintah agar bertindak tegas terhadap keberadaan Ahmadiyah di Indonesia.

Kusnadi, Ketua Ahmadiyah Sadasari, menyayangkan adanya penyerangan terhadap masjid yang mereka miliki. “Yang mereka rusak kan tempat sholat, rumah Allah. Tetapi kenapa tega-teganya dirusak?” tanyanya.

Ditanya apa tindakan yang akan diambil oleh Jamaah Ahmadiyah Desa Sadasari, Kusnadi mengungkapkan bahwa seluruhnya diserahkan kepada pihak kepolisian. Mereka meminta agar aparat bisa bertindak tegas dan adil menghadapi permasalahan ini.

Ivansyah

—————-

Masjid Ahmadiyah Kembali Dirusak Pengunjuk Rasa

http://beta.pikiran-rakyat.com/index.php?mib=beritadetail&id=9919

MAJALENGKA, (PR).-
Puluhan anggota sejumlah ormas Islam merusak dan membakar masjid Ahmadiyah di Desa Sadasari, Kec. Argapura, Majalengka, meski masjid itu tengah dijaga aparat kepolisian. Perusakan dilakukan setelah mereka berunjuk rasa ke Gedung DPRD dan Pendopo Gedung Nagara menentang keberadaan Ahmadiyah, Senin, (28/1).
Sejumlah siswa berseragam sekolah juga terlihat ikut berunjuk rasa. Mereka datang ke Gedung DPRD Majalengka sekitar pukul 9.00 WIB dengan penjagaan ketat dari aparat kepolisian.

Mereka ke DPRD menggunakan beberapa kendaraan sambil membawa sejumlah poster berisi kecaman terhadap Ahmadiyah. Massa meminta ketegasan dan komitmen pemerintah untuk membubarkan Ahmadiyah karena dianggap telah menodai agama.

Anehnya, di antara para pedemo itu ada beberapa orang di antaranya yang terlihat membawa minuman keras, dan meminumnya di halaman Gedung DPRD Majalengka sambil mendengarkan orasi yang disampaikan beberapa peserta demo. Pengunjuk rasa yang semula berjanji tidak akan bersikap anarkis, ternyata ada yang melakukan pembakaran masjid.

Wakil Ketua DPRD Majalengka, H. Sutrisno, menyatakan, pihaknya akan segera menindaklanjuti tuntutan para pengunjuk rasa. Namun, agar tidak mengeluarkan keputusan yang salah, ia membutuhkan kepastian apakah Ahmadiyah itu melanggar hukum dan menyalahi agama Islam atau tidak.

Hal itu ditanggapi salah seorang pengunjuk rasa, M. Iqbal M.I. Menurut dia, sudah ada fatwa MUI yang melarang ajaran Ahmadiyah.

Perwakilan pengunjuk rasa itu juga diterima Wakil Bupati Majalengka K.H. Ilyas Helmi, Kapolres Majalengka AKBP Gagah Suseno, Kajari Tonny Sinai, Ketua DPRD H. Eman Sulaeman, dan Ketua MUI Majalengka K.H. Mumu Ridwanullah. Dalam pertemuan tersebut mereka menyepakati akan mengonsultasikan masalah Ahmadiyah itu ke Depdagri.

“Persoalan agama itu adalah persoalan pemerintah pusat sehingga kita belum bisa memutuskan. Dalam waktu dekat, kita akan melakukan pertemuan dengan ulama membahas hal ini,” ungkap Wakil Bupati Majalengka.

Perusakan masjid

Setelah berunjuk rasa di DPRD, puluhan pengunjuk rasa di antaranya melanjutkan aksinya dengan merusak masjid Ahmadiyah di Desa Sadasari. Masjid itu sebenarnya telah dirusak massa beberapa waktu lalu.

Mereka naik ke atas genting, mencopotinya satu per satu dan melemparkannya ke bawah. Warga juga membakar karpet masjid, walau tidak sampai membakar bangunan masjid tersebut.

Kapolres Majalengka AKBP Gagah Suseno membenarkan terjadinya aksi tersebut. Menurut Kapolres, polisi telah melakukan penjagaan ketat baik di pendopo, gedung DPRD, dan gedung kejaksaan. Petugas juga sudah sebenarnya sudah berupaya menghadang massa di pintu masuk ke Desa Sadasari untuk menghindari aksi anarkis terhadap permukiman dan masjid milik Ahmadiyah.

“Kita sebenarnya telah melakukan penjagaan dan memblokir jalan menuju masjid. Namun, ternyata mereka masuk melalui jalan belakang dan menyimpan kendaraan di pintu masuk ke kantor balai desa sehingga bisa lolos dari pantauan,” ungkap Gagah.

Menurut dia, polisi telah mengidentifikasi pelaku perusakan dan akan dikenai sanksi hukum. (C-30)***

    • Oma S
    • Januari 17th, 2009

    Kok masih ada juga ya? Orang-orang yang suka memaksakan kehendaknya. Keyakinan kan urusan masing-masing.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: