Hasil Rapat Bakorpakem


Selasa (15/1), setelah diadakannya Konferensi Pers di Baitul Quran TMII oleh Amir Nasional Jemaat Ahmadiyah Indonesia, kemudian hasil dari konferensi itu diajukan ke rapat Bakorpakem yang dilaksanakan di Gedung Kejaksaan Agung. Dibawah ini hasil dari keputusan rapat tersebut.

  1. Bakorpakem telah membaca dan memahami isi 12 butir penjelasan PB JAI yang disampaikan dan ditandatangani oleh PB JAI atas nama Haji Abdul Basyit serta diketahui dan ditandatangani oleh instansi pemerintah dan para tokoh agama Islam pada 14 Januari 2008.
  2. Bakorpakem telah membahas isi 12 butir penjelasan PB JAI dan menilai perlu memberikan kesempatan kepada JAI untuk melaksanakan isi 12 butir penjelasan tersebut dengan segala konsekuensinya secara konsisten dan bertanggung jawab.
  3. Bakorpakem akan terus memantau dan mengevaluasi perkembangan atas pelaksanaan isi 12 butir penjelasan PB JAI dimaksud di seluruh wilayah Indonesia.
  4. Apabila terdapat ketidaksesuaian dalam pelaksanaan isi 12 butir penjelasan PB JAI maka Bakorpakem akan mempertimbangkan penyelesaian lain sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  5. Bakorpakem mengimbau semua pihak untuk dapat memahami maksud dan tujuan iktikad baik PB JAI sebagai bagian dari membangun kerukunan umat beragama dengan mengedepankan kebersamaan serta menghindari tindakan-tindakan anarkis dan destruktif.

Sumber: http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=319956&kat_id=3
Rabu, 16 Januari 2008
Judul: Jangan Hanya Lips Service

  1. Untuk menyelesaikan perselisihan persepsi antara agama-agama dan didalam agama yang telah terpecah-belah menjadi 73 firqah yang tidak disadari oleh mereka sesuai Ar Ruum (30) ayat 32, Al Mu’minuun (23) ayat 53,54 dan Yohanes 1:18,19,20,21, dan kemudian menyadari maksud Allah menjadikan umat yang satu kembali era globalisasi sesuai An Nahl (16) ayat 93 (Al Isro (17) ayat 104, Al Kahfi (18) ayat 99, Al Qaari’ah (101) ayat 4), kami telah menerbitkan buku panduan terhadap kitab-kitab suci agama-agama berjudul:

    “BHINNEKA CATUR SILA TUNGGAL IKA”
    berikut 4 macam lampiran acuan:
    “SKEMA TUNGGAL ILMU LADUNI TEMPAT ACUAN AYAT KITAB SUCI TENTANG KESATUAN AGAMA (GLOBALISASI)”
    hasil karya tulis ilmiah otodidak penelitian terhadap isi kitab-kitab suci agama-agama selama 25 tahun oleh:
    “SOEGANA GANDAKOESOEMA”
    dengan penerbit:
    “GOD-A CENTRE”
    dan mendapat sambutan hangat tertulis dari:
    “DEPARTEMEN AGAMA REPUBLIK INDONESIA” DitJen Bimas Buddha, umat Kristiani dan tokoh Islam Pakistan.

    Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.

  2. Fatwa sesat memahat kebenaran menjadi batang yang kaku dan tunggal.
    Fatwa ini berpotensi besar menggerakkan massa yang terhimpit masalah hidup, mencari pelampiasan yang heroik dan jihadis atas nama sebuah interpretasi atas kebenaran tunggal. Lahirlah mobilisasi kemarahan. Dan dengan demikian harus ada yang diberi pelajaran. Dan atas nama aqidah yang bersih-kinclong-dan mayoritas, mereka menghukum keyakinan, sesuatu yang rasa-rasanya hanya milik orang pribadi bersama Tuhannya saja.

    Akidah adalah sebilah garis yang dingin, sebuah oposisi terhadap kritis. Kita berlindung di balik bayang-bayang kedatarannya. Goenawan Mohammad – Tuhan dan Hal-Hal yang Tak Selesai [hal 36].

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: