Konferensi Pers Amir Jemaat Ahmadiyah Indonesia di Baitul Quran


konferensi-pers.jpg

(Ir. H. Anis Ahmad Ayyub [Anggota PB JAI], H. Abdul Basit [Amir Nasional JAI] dan Prof. Dr. H. M. Atho Mudzhar [Kabalitbang dan Diklat DEPAG RI])

Selasa (15/1/2007) Amir Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI), H. Abdul Basit, SHd. mendatangi Gedung Baitul Quran, TMII, Jakarta Timur. Dalam kesempatan itu, Amir JAI membacakan 12 penjelasan Pengurus Besar Jemaat Ahmadiyah Indonesia (PB JAI) mengenai pokok-pokok keyakinan dan kemasyarakatan warga JAI kepada para rekan-rekan wartawan baik media cetak maupun elektronik.

Ketika beliau membacakan pernyataan itu, beliau ditemani oleh sembilan penandatangan surat penjelasan tersebut, kecuali Ir. H. Mushlich Zainal Asikin, MBA, MT [Ketua II Pedoman Besar Gerakan Ahmadiyah Indonesia-GAI] dan Prof. Dr. H. Azyumardi Azra, MA. yang berhalangan hadir. Namun Dr. Azyumardi diwakili oleh Dr. Mafri.

“Pemerintah dalam hal ini Departemen Agama melalui badan Litang dan Diklat DEPAG telah melakukan serangkaian dialog dengan JAI. Pertama berlangsung (7/9/2007), (2/10/2007), (8/11/2007), (29/11/2007), (6/12/2007) semuanya bertempat di balai litbang –disini– kemudian (19/12/2007) bertempat di Mabes Polri dan terakhir di sini lagi (14/1/2008). Dari rangkaian dialog itu kemudian JAI merasa perlu memberikan penjelasan kepada masyarakat Indonesia dalam rangka meningkatkan ukhuwah Islamiyah, meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa, dan menjelaskan beberapa hal seputar posisi-posisi keyakinan Ahmadiyah dan kondisi-kondisi kemasyarakatan Ahmadiyah. Mudah-mudahan ini bisa menjadi salah satu bahan dalam menyelesaikan masalah-masalah yang berkembang dalam masyarakat.” ungkap Dr. Atho sebagai moderator.

Kemudian sang moderator menyerahkan kepada Amir Nasional untuk menjelaskan substansi dari pertemuan-pertemuan yang telah tujuh kali dilakukan itu.

Penjelasan tersebut diawali dengan Salam dan Syahadat sebagaimana biasa beliau lakukan dalam ceramah-ceramahnya. kemudian dilanjutkan,

“Yth. Atho Mudzar sebagai Kabalitbang DEPAG dan juga yang mewakili DEPDAGRI dan instansi-instansi yang lainnya. Sebelum saya membacakan penjelasan yang telah disebutkan tadi, saya ingin menyampaikan beberapa hal; pertama-tama Kami mengucapkan terima kasih kepada Kabalitbang yang telah mempunyai inisiatif mengundang kami JAI, dan juga instansi-instansi yang terkait seperti DEPDAGRI, KEJAGUNG, Mabes POLRI, MENKOKESRA dan DEPAG terutama Dirjem Bimas Islam yang menjadi peserta dialog-dialog yang telah berjalan tujuh kali. Sebetulnya latar belakangnya adalah menyikapi situasi yang dialami JA malah sejak 2002 dan juga sebelumnya karena beredarnya kesalahpahaman yang menjurus kepada tindakan-tindakan anarkis dan berlanjut hingga minggu-minggu yang lalu –terutama penyerangan dan penyegelan di Manislor itu– maka pemerintah berinisiatif mengadakan dialog dengan JAI. Stelah beberapa kali diadakan diskusi dan dialog maka dirasa perlu untuk memberikan penjelasan untuk menghilangkan kesalahpahaman dan juga stigma yang ditimpakan kepada warga JAI itu. Oleh karena itu kami sekali lagi berterima kasih kepada pihak pemerintah. Saya mulai saja membacakan hasil-hasil dari dialog-dialog tesebut.”

gedungquran.jpg

Setelah itu, beliau pun membacakan penuh poin-poin sebagai berikut:

————–

Bismillahir-Rahmanir-Rahiim

PENJELASAN

PENGURUS BESAR JEMAAT AHMADIYAH INDONESIA (PB JAI)

TENTANG POKOK-POKOK KEYAKINAN DAN KEMASYARAKATAN WARGA JEMAAT AHMADIYAH INDONESIA

  1. Kami warga Jemaat Ahmadiyah sejak semula meyakini dan mengucapkan dua kalimah syahadat sebagaimana yang diajarkan oleh Yang Mulia Nabi Muhammad Rasulullah SAW, yaitu Asyhaduanlaa-ilaaha illallahu wa asyhadu anna Muhammadar Rasullulah, artinya: aku bersaksi bahwa sesungguhnya tiada tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya Muhammad adalah Rasulullah.
  2. Sejak semula kami warga jemaat Ahmadiyah meyakini bahwa Muhammad Rasulullah adalah Khatamun Nabiyyin (nabi penutup).
  3. Di antara keyakinan kami bahwa Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad adalah seorang guru, mursyid, pembawa berita dan peringatan serta pengemban mubasysyirat, pendiri dan pemimpin jemaat Ahmadiyah yang bertugas memperkuat dakwah dan syiar Islam yang dibawa oleh nabi Muhammad SAW.
  4. Untuk memperjelas bahwa kata Rasulullah dalam 10 syarat bai’at yang harus dibaca oleh setiap calon anggota jemaat Ahmadiyah bahwa yang dimaksud adalah nabi Muhammad SAW, maka kami mencantumkan kata Muhammad di depan kata Rasulullah.
  5. Kami warga Ahmadiyah meyakini bahwa tidak ada wahyu syariat setelah Al-Quranul Karim yang diturunkan kepada nabi Muhammad. Al-Quran dan sunnah nabi Muhammad SAW adalah sumber ajaran Islam yang kami pedomani.
  6. Buku Tadzkirah bukan lah kitab suci Ahmadiyah, melainkan catatan pengalaman rohami Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad yang dikumpulkan dan dibukukan serta diberi nama Tadzkirah oleh pengikutnya pada 1935, yakni 27 tahun setelah beliau wafat (1908).
  7. Kami warga jemaat Ahmadiyah tidak pernah dan tidak akan mengkafirkan orang Islam di luar Ahmadiyah, baik dengan kata maupun perbuatan.
  8. Kami warga jemaat Ahmadiyah tidak pernah dan tidak akan menyebut Masjid yang kami bangun dengan nama Masjid Ahmadiyah.
  9. Kami menyatakan bahwa setiap masjid yang dibangun dan dikelola oleh jemaat Ahmadiyah selalu terbuka untuk seluruh umat Islam dari golongan manapun.
  10. Kami warga jemaat Ahmadiyah sebagai muslim melakukan pencatatan perkawinan di Kantor Urusan Agama dan mendaftarkan perkara perceraian dan perkara lainnya berkenaan dengan itu ke kantor Pengadilan Agama sesuai dengan perundang-undangan.
  11. Kami warga jemaat Ahmadiyah akan terus meningkatkan silaturahim dan bekerja sama dengan seluruh kelompok/golongan umat Islam dan masyarakat dalam perkhidmatan sosial kemasyarakat untuk kemajuan Islam, bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
  12. Dengan penjelasan ini, kami pengurus Besar Jemaat Ahmadiyah Indonesia mengharapkan agar warga Jemaat Ahmadiyah khususnya dan umat Islam umumnya serta masyarakat Indonesia dapat memahaminya dengan semangat ukhuwah Islamiyah, serta persatuan dan kesatuan bangsa.

Jakarta, 14 januari 2008
PB Jemaat Ahmadiyah Indonesia

H. Abdul Basit
Amir

Mengetahui:

  1. Prof. Dr. H. M. Atho Mudzhar (Kabalitbang dan Diklat DEPAG RI)
  2. Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA. (Dirjen Bimas Islam DEPAG RI)
  3. Prof. Dr. H. Azyumardi Azra, MA. (Deputi Seswapres Bidang Kesra)
  4. Drs. Denty Ierdan, MM (Ditjen Kesbangpol DEPDAGRI)
  5. Ir. H. Muslich Zainal Asikin, MBA, MT. (Ketua II Pedoman Besar Gerakan Ahmadiyah Indonesia-GAI)
  6. KH> Agus Miftah (Tokoh Masyarakat)
  7. Irjen Pol. Drs. H. Saleh Saaf (Kaba Intelkam POLRI)
  8. Prof. Dr. H. M. Ridwan Lubis (Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)
  9. Ir. H. Anis Ahmad Ayyub (Anggota Pengurus Besar JAI)
  10. Drs. Abdul Rozzaq (Anggota Pengurus Besar JAI)
————–

Setelah itu diadakan tanya jawab:

(tanya)

[1] MUI mengatakan Ahmadiyah sesat. Mengapa anda mengatakan tidak sesat.
[2] mengapa MUI tidak dilibatkan dalam dilaog ini.

(Dr. Atho, Menjawab)

[1] Kalau soal sesat tidak sesat, bisa dibaca saja di fatwa MUI –ada Argumennya disana, itu bukan kita yang menjawab.
[2] Mengapa MUI tidak dilibatkan, kita justru ingin hasil ini mudah-mudahan bisa menjadi pertimbangan bagi MUI untuk mencermati masalah ini lebih lanjut.

(Trans TV tanya)

Jika Ahmadiyah bisa membuktikan bahwa Ahmadiyah sama seperti aliran-aliran yang lain –aliran tidak sesat– dan bisa bergabung dengan masyarakat lain, Apa tindakan konkrit dari Ahmadiyah?

(Atho menjawab)

Kita sedang memikirkan tiga hal sebagai follow up dari ini. (1) kita ingin agar JAI mensosialisasikan pernyataan ini kepada warganya sendiri supaya warganya –kedalam– itu paham (2) kita ingin mengkomunikasikan kepada MUI dan seluruh ormas-ormas Islam (3) kita ingin membentuk suatu tim bersama untuk memantau sosialisasi ini dan meyakinkan bahwa apa yang dinyatakan ini adalah ada di dalam kenyataan dan tebukti di dalam kenyataan. Jadi itu ada tim SOSIALISASI, PEMANTAU dan EVALUASI.

(Jawab, Amir)

Sudah cukup yang disampaikan oleh Pak Atho Mudzhar. dari dulu juga kita juga berinteraksi dalam masyarakat dalam segi sosialnya dllnya. memang ketika banyak info yang bukan sumbernya dari kita, maka terjadi stigma itu.

(tanya, Suara Hidayatullah)

Di kejaksaan, Pakem hampir merilis hasil kesepakatan mengenai Ahmadiyah. lalu bagaimana sosialisasi dialog ini kepada Pakem.

(Jawab, Atho)

Dialog ini sudah dimulai 7/9/2007, dan sebentar lagi jam sembilan ada rapat pakem di Kejaksaan Agung, saya kebetulan diundang dalam rapat pakem itu. Itu sebabnya konfrensi Pers dibikin jam delapan pagi supaya bisa diumumkan, karena sebetulnya ini sudah selesai kemarin sore. tapi kita mau umumkan tadi malam tapi tidak sempat. Ini hanya masalah teknis.

(Tanya)

[1] Seandainya Ahmadiyah dinyatakan tidak sesat oleh DEPAG, itu ada salah satu ormas Islam yang menyatakan akan bertindak sendiri kepada Ahmadiyah. [2] tindakan terhadap ormas tersebut itu apa?

(Jawab, Atho)

Kita lebih baik tidak menagandai-andai. Tolong dipelajari dulu, No. dua itu merupakan kunci untuk menjawab sejumlah pertanyaan dalam masyarakat.
…yang menyatakan sesat-tidak sesat itu bukan DEPAG, tapi tugasnya MUI, kami ini memfasilitasi dialog dengan Ahmadiyah. ‘JAI mungkin perlu untuk memberikan penjelasa kepada masyarakat untuk menolong keadaan, inilah hasilnya, ini memang satu langkah dari satu proses yang lebih panjang…

  1. Untuk membuktikan bahwa Ahmadiyah adalah kaum yang muncul sebagai sebuah tunas dari tanaman Islam nabi Muhammad saw. yang disifati Taurat menghasilkan sifat Injil memenuhi hujjah Al Fath (48) ayat 29 dan Ash Shaff (61) ayat 6,7,8,14 atau sifat Kitab dan sifat Himah = Taurat dan Injil sesuai Ali Imran (3) ayat 48 atau sifat Yahudi dan sifat Nasrani sesuai Al Maidah (5) ayat 44,46,48,50 dan sifat dua hal ini adalah 100% benar menurut sunnatullah sejak Adam sampai kiamat, sesuai Al Fath (48) ayat 23, Al Hajj (22) ayat 78, Al Baqarah (2) ayat 208 untuk mendirikan aturan dalil rumusan Al Maidah (5) ayat 66,68, Ali Imran (3) ayat 79, Al An Aam (6) ayat 89, Al Jaatsiyah (45) ayat 16,17,19 dilengkapi oleh aturan dalil rumusan Nabi, sodikin, syuhada, shalihin menurut An Nisaa (4) ayat 67,70, yang berarti menyampaikan Risalah Allah/Tuhan sejak Adam sampai kiamat yang dilaksakan oleh semua para rasul/nabi sesuai Al Maidah (5) ayat 67, Al An Aam (6) ayat 124,125, Al A’raaf (7) ayat 62,68,79,93,144, Al Ahzaab (33) ayat 38,39,40, Al Jinn (72) ayat 23,26,27,28.
    Sedangkan umat beragama pada umumnya kesalahannya adalah menyampaikan hanya risalah nabi/rasul masing-masing yang mengakibatkan sifat arbaban/berhala/menuhankan dengan tidak disadarinya, sesuai Ali Imran (3) ayat 80 dan At Taubah (9) ayat 31, dan berpecah-belah sesuai Ar Ruum (30) ayat 32, Al Mu’minuun (23) ayat 53,54, maka untuk menjelaskannya secara total kami telah menerbitkan sebuah buku panduan terhadap kitab-kitab suci agama-agama berjudul:

    “BHINNEKA CATUR SILA TUNGGAL IKA”
    berikut 4 macam lampiran acuan:
    “SKEMA TUNGGAL ILMU LADUNI TEMPAT ACUAN AYAT KITAB SUCI TENTANG KESATUAN AGAMA (GLOBALISASI)”
    hasil karya tulis ilmiah otodidak penelitian terhadap isi kitab-kitab suci agama-agama selama 25 tahun oleh:
    “SOEGANA GANDAKOESOEMA”
    dengan penerbit:
    “GOD-A CENTRE”
    dan mendapat sambutan hangat dari:
    “DEPARTEMEN AGAMA REPUBLIK INDONESIA” DitJen Bimas Buddha, umat Kristiani dan tokoh Islam Pakistan.

    Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.

    • rijalabdullah
    • Januari 16th, 2008

    Kalau memang benar Ahmadiyah tidak sesat, kenapa Al Qurannya berbeda dengan yang kita pakai, dimana ada ayat-ayat yang dirobah? Baca buku Ahmadiyah Bertelanjang Bulat di Panggung Sejarah.Di sana dijelaskan dengan gamblang berbagai kejanggalan dalam ajaran Ahmadiyah.
    Saya menyambut baik adanya larangan JA untuk menginjakkan kakinya di Masjidil Haram.
    ———————–
    Moderasi penulis:
    Silakan cek secara langsung. Cari Alquran milik anggota Ahmadiyah.
    Mengenai buku “Ahmadiyah Telanjang Bulat di Panggung Sejarah” itu BUKAN berasal dari Ahmadiyah namun dari orang yang SANGAT ANTI dengan Ahmadiyah. Tidak terhitung fitnahan-fitnahan yang kami pun menjadi merinding dibuatnya. Mohon selidiki secara langsung kepada pihak Ahmadiyah terdekat. dan carilah referensi dari sumbernya.

    Sebagai umat Islam kami justru merasa tersakiti dengan adanya pernyataan bahwa Anggota Jemaat Ahmadiyah dilarang ke Masjidil Haram.
    Sebagai catatan, sudah sangat banyak anggota Jemaat Ahmadiyah yang telah melaksanakan rukun Islam yang ke-Lima itu. (Kota suci kami adalah Mekah dan Madinah. Bukan kota yang lain)

    Terima kasih atas komentarnya.

  2. Damai…………………..iiiiii

  3. brarti posisinya sama dengan ormas2 islam yg ada sekarang ya??

      • gama
      • Juni 14th, 2009

      kan islam terbagi 73gol yg nmnya hidup pasti ada perbedaan. yg penting kita mampu membedakan mn yg baik dan mn yg buruk. klu memang masih sulit yg paling makbul adalah sholat istiharoh langsung minta kepd allah swt. thax

  4. Dari dulu (1953) Ahmadiyah sudah terdaftar sebagai Organisasi masyarakat yang Berbadan Hukum dan diakui pemerintah.
    Hanya setelah MUI memberikan fatwanya (1980). Hal itu mulai “terlihat” bias. Padahal sampai kini Ahmadiyah merupakan ORMAS seperti organisasi-organisasi yang lain –Tidak ada bedanya–

    (Badan Hukum Keputusan Menteri Kehakiman RI No. JA/5/23/13 Tgl. 13-3-1953)

    • yuari
    • Januari 16th, 2008

    mas isa….
    saya pernah berinteraksi….dengan ahmadiyah…
    pada awalnya memang sesuai dengan ajaran islam tapi belakangan muncul aslinya…..

    ahmadiyah memang ada beberapa sekte.

    kalo memang ahmadiyah ormas yang bersih…jika ada yang merasa orang ahmadiyah tidak sesat lebih baik ganti nama ormas aja ato masuk ormas lain. karena ahmadiyah yang ada sekarang memang jelas kesesatanya.

    jika tidak ya kepercayaan kaum muslimin tidak akan muncul dan akan tetap mencap ahmadiyah sesat….coba liat akar ajarannya yang lain…baik didaerah maupun asal aliranya/india

      • mylovingislam
      • Oktober 1st, 2009

      Sudah berapa lamakah anda berinteraksi dengan orang Ahmadiyah? Sedekat apakah anda? Orang bijak akan menelusuri masalah langsung dari sumbernya, tidak mengambil referensi dari tempat yang salah.
      Mengganti nama ormas tidak memecahkan masalah.

  5. Terima kasih sekali atas sarannya,

    Saya sudah mencari tahu dan belajar mengenai Jemaat Ahmadiyah selama lima Tahun di Kampus milik Jemaat Ahmadiyah Indonesia, yakni jamiah Ahmadiyah Indonesia.
    Selama itu saya tidak mendapatkan secuilpun hal yang “sesat” karena apa saja yang mereka ajarkan adalah bersumber dari Alquran, Sunnah dan Hadits Nabi Muhammad Rasulullah saw., –tidak dari yang lain.

    Nah, apakah yang bersumber dari Alquran, Sunnah dan hadits Nabi Besar Muhammad saw. bisa dikatakan sesat?
    –Sekali-kali saya tidak berani mengatakan hal itu sesat–

    Bahkan Rasululah saw pernah mewasiatkan,
    “Barangsiapa berpegang teguh dengan dua hal, maka dia akan terhindar dari kesesatan. Apa dua hal itu? –yakni– Alquran dan Sunnahku”

  6. terkadang saya harus mngatakan kata terimakasih atas pejelasan beliau2 yang bisa membuat umat islam khusunya diindonesia merasa lega hati, akan tetapi terkadang kenyataan dibawahnya lain ,sebagai contoh manis lor kuningan jabar. ada salah satu anggota keluarga saya bertempat tinggal di manis lor bertetanggaan dengan JAI. suatu ketika melangsungkan acara resepsi pernikahan akan tetapi yang saya heran tak satupun dari tetangga tsb datang memenuhi undangan.ada yang beranggapan orang2 diluar jamaah JAI dikucilkan dan akhirnya pihak keluarga saya memilih untuk meninggalkan rumah itu.
    semoga dengan adanya penjelasan dari pihak2 terkait khususnya PBJAI.
    mudah2an dimengerti oleh pengikutnya terutama di manis lor umumya di indonesia,bahwasannya kita masih saudara….
    terimakasih

  7. Beberapa waktu yang lalu saya berkunjung ke Manislor (11-14/12/2007). Memang warga JAI disana ada dalam jumlah yang cukup banyak –sekitar 3000 jiwa–

    Terimakasih atas masukannya.

    Memang ada yang mempunyai anggapan begitu. Namun saya lihat anggapan seperti itu tidak sepenuhnya benar. Di tempat lain, antara orang-orang JAI dan orang-orang Islam lainya, mereka membaur dan sangat akrab, layaknya saudara dan teman karib. Hal itu saya lihat di Desa Gondrong-Kenanga, Cipondoh, Tangerang yang anggota JAI mencapai sekitar 700-an orang. Saya bisa mengeluarkan pernyataan seperti ini karena saya pernah tinggal selama sembilan bulan di sana.

    Wahai saudaraku, Semoga anggapan “pengucilan” itu hanyalah merupakan perasaan pribadi saja. Bukan merupakan kenyataan yang sebenarnya. Amin.

    Terimakasih….

  8. Salam wa rahmah,
    Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Aali Muhammad

    Mohon izin memuat pernyataan dari Jemaah Ahmadiyah tersebut di weblog saya.

    wassalam.

      • mylovingislam
      • Oktober 1st, 2009

      Silakan saja. Harap mencantumkan sumber dan penulisnya secara Jelas.

      Jazakumullah Ahsanal Jaza.

  9. Soal Ahmadiyah menurut hujjah Allah, Hujjah nabi Muhammad saw. dan hujjah kitab suci-Nya serahkan saja kepada:

    1. Al A’raaf (7) ayat 53,54: Datangnya Allah menurunkan HARI TAKWIL KEBENARAN KITAB.
    2. Fushshilat (41) ayat 44: Datangnya Allah menjadikan Al Quran dalam bahasa asing ‘Indonesia’ selain dalam bahasa Arab dan diprotes oleh orang Arab sesuai At Taubah (9) ayat 97.
    3. Thaha (20) ayat 114,115: Datangnya Allah menyempurnakan pewahyuan Al Quran berkat do’a manusia.
    4. Al Mujaadilah (58) ayat 6,18,22: Datangnya Allah membangkitkan semua manusia dengan ilmu pengetahuan agama dan agar bersumpah setia hanya kepada Allah saja.
    5. Ali Imran (3) ayat 19,81,82,83,85, Al Maidah (5) ayat 3, Al Hajj (22) ayat 78, Al Baqarah (2) ayat 208, An Nashr (110) ayat 1,2,3: Datangnya Allah menyempurnakan agama disisi Allah adalah Islam kaffah sejak dahulu menjadi Agama Allah, tempat para nabi/rasul berbondong-bondong masuk kedalamnya untuk melaksanakan umat yang satu sesuai An Nahl (16) ayat 93, yang menolak adalah sesat dan yang menerima diberi petunjuk.

    Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi

  10. Orang yang menghalang-halangi manusia masuk Masjidil Haram adalah kafir sesuai Al Baqarah (2) ayat 217.
    Hanya sayangnya umat Islam sebanyak 1.3 milyard, tidak mengetahui dengan benar apa pengertian yang sebenarnya dari kata MASJIDIL HARAM. Umumnya umat mengasosiasikan kepada mesjid yang mengelilingi Kabah.
    Menurut do’a nabi Muhammad saw., waktu thawaf sampai dipintu Kabah beliau mengatakan “Inilah Masjidil Haram”, jadi pintu kabah adalah sebutan masjidil haram. Tetapi yang menjadi persoalan masih harus dicari makna dari pintu kabah itu apa dalam pengertian thawaf mengelilingi siklus RISALAH TUHAN/ALLAH YANG SAMA DENGAN TAWAF MENGELILINGI KABAH. Silahkan cari sendiri ilmunya !

    Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.

  11. Terima kasih sudah menginformasikan mengenai blog ini dan tulisan-tulisannya yang bernas. Bagaimana kalau kita tukaran link saja, supaya gampang kalau mau berkunjung.

    ayomerdeka!
    http://ayomerdeka.wordpress.com/2008/04/23/negara-tidak-berhak-membubarkan-ahmadiyah/

      • mylovingislam
      • Oktober 1st, 2009

      Saya terima penawarannya. Terimakasih.

  12. Buku panduan terhadap kitab-kitab suci agama-agama berjudul:

    “BHINNEKA CATUR SILA TUNGGAL IKA”
    Penulis: Soegana Gandakoesoema

    Tersedia ditoko buku K A L A M
    Jl. Raya Utan Kayu 68-H, Jakarta 13120
    Telp. 62-21-8573388

    • Sahara
    • Februari 27th, 2009

    Saya adalah salah satu anggota JAI,Selama ini saya tidak pernah merasakan ada hal-hal yang menyimpang dari Al-Qur’an,karena selama ini semua isi khutbah dan pelajaran2 yang saya dapat itu pasti bersumber dari Al-Qur’an.
    Saya bukan orang bodoh,jadi saya tidak pernah melihat semuanya dengan sebelah mata.Apa yang benar pasti akan saya katakan benar. Terima kasih

      • mylovingislam
      • Oktober 1st, 2009

      setuju!

    • yahya ahyani
    • Januari 8th, 2010

    sekarang gak perlu memperdebatkan apalagi memusuhi ahmadiyah and toh nanti akan dimakan oleh waktu kebenaran dan kepalsuan kan muncul dengan sendirinya tugas kita adalah justru sekarang banyak mengaku islam tapi tidak islami contoh kecil saja dilingkungan masyarakat zaman ini sedang ngtrend ilmu-ilmu aneh perdukunan merajalela, kejawen dilegalkan padahal mereka semua kan Islam maka dari itu tugas para Ulama untuk mengingtkan Solatnya, ibadhnya secara islami jangan hanya bikin fatwa saja yang membuat resah masyarakat justru yang mengaku islam gak solat dan ibadahnya gak bener inilah tugas Ulama dan kyai untuk membuat momen dan kegiatan yang mengarah keislaman, ahmadiyah itu kan ya solat, naik haji kemekah, zakat dll. yang salah ya yang mengaku islam gak solat itu sekarang buaaaaanyak sekali……………….?????

    • boston
    • Oktober 14th, 2010

    Jangan sembarangan menuduh kepercayaan orang lain sesat, sebab yang menentukan kita sesat atau tidak sesat hanya Tuhan, dan jangan menghakimi orang sebab kita sendiri orang yang penuh dosa. Sayangilah orang lain seperti kamu menyayangi dirimu sendiri.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: