Bakorpakem Beri Kesempatan Ahmadiyah Teruskan Ajarannya


Irwan Nugroho – detikcom

Jakarta – Rapat intensif yang digelar Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem) akhirnya memutuskan memberi kesempatan kepada pengikut ajaran Ahmadiyah melaksanakan 12 pokok ajarannya untuk kembali ke jalan yang benar.

Ajaran Ahmadiyah yang dicetuskan Mirza Ghulam Ahmad dianggap beda dengan Al Qiyadah Al Islamiyah yang ditetapkan sebagai aliran sesat. Sebab Ahmadiyah dinilai masih melanjutkan ajaran Nabi Muhammad SAW. Sedangkan Al Qiyadah memutus ajaran nabi.

Berikut wawancara yang dilakukan wartawan dengan Kabalitbang dan Diklat Depag Atho M Udzhar di Gedung Kejagung, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta, Selasa (15/1/2008):

Hasil rapat Bakorpakem Pusat bagaimana Pak?

Kita merasa bahwa hasil dialog Depag dapat perhatian yang sungguh-sungguh dari Bakorpakem –dialog dilakukan sejak September 2007.

Apakah mereka dianggap mengubah Aqidah?

Jangan tanya saya, tanya yang membuat pernyataan. Jadi kita akan membuat pemantauan apakah 12 butir pernyataan yang dinyatakannya itu sesuai dengan kenyataan di lapangan. Mereka itu kan istilahnya kembali ke jalan yang benar, boleh dong kita kasih kesempatan.

Pantauannya seperti apa?

Kalau misalkan tidak sesuai yang dinyatakan, ya tentu pusat rapat lagi, evaluasi. Kita berikan kesempatan Ahmadiyah untuk melaksanakan butir-butir pernyataan di lapangan dan kita pantau terus.

Keputusannya kok beda dengan Al Qiyadah?

Anda baca suratnya, Al Qiyadah memberhentikan misi Nabi Muhammad SAW, kalau Ahmadiyah masih meneruskan misi Nabi Muhammad. Tapi itu urusan MUI-lah.

Pengawasannya seperti apa?

Masing-masing punya tugas, kepolisian punya tugas jajarannya sampai ke bawah. Kejaksaan Agung jajarannya sampai ke bawah. Depag punya tugas memantau.

Depag bagaimana memantaunya?

Saya sudah usulkan pada Menag tiga hal. Pertama, sosialisasikan itu pada warga jamaah Ahmadiyah sendiri. Kedua, komunikasikan kepada MUI dan ormas Islam. Ketiga, lakukan pemantauan dan evaluasi.

  1. Semua Agama, Kepercayaan dan Keyakinan sesuai Al Baqarah (2) ayat 111,112,113,120,130,135,145, Al Baqarah (2) ayat 62, Al Maidah (5) ayat 69, Al Hajj (22) ayat 17, wajib menunggu-nunggu dan tidak melupakan datangnya HARI TAKWIL KEBENARAN KITAB sesuai Al A’raaf (7) ayat 52,53, yang berarti kebangkitan manusia semuannya dengan ilmu pengetahuan agama sesuai Al Mujaadilah (58) ayat 6,18,22 pada hari kiamat habis gelap terbitlah terang benderang ilmu pengetahuan agama sesuai Al Qiyamah (75) ayat 6-15, Al Baqarah (2) ayat 257 dengan melakasakan syariat kiamat sesuai Al Jaasiyah (45) ayat 16,17,18 didalam Agama Allah setelah agama disisi Allah adalah Islam sesuai Ali Imran (3) ayat 19,81,82,83,85, Al Maidah (5) ayat 3, Al Hajj (22) ayat 78, Al Baqarah ((2) ayat 208, An Nashr (110) ayat 1,2,3.
    Sebagai penjelasan totalnya bacalah buku panduan terhadap kitab-kitab suci agama-agama berjudul:

    “BHINNEKA CATUR SILA TUNGGAL IKA”
    berikut 4 macam lampiran acuan:
    “SKEMA TUNGGAL ILMU LADUNI TEMPAT ACAUAN AYAT KITAB SUCI TENTANG KESATUAN AGAMA (GLOBALISASI)”
    hasil karya tulis ilmiah otodidak penelitian terhadap isi kitab-kitab suci agama-agama selama 25 tahun oleh:
    “SOEGANA GANDAKOESOEMA”
    dengan penerbit:
    “GOD-A CENTRE”
    dan mendapat sambutan hangat tertulis dari:
    “DEPARTEMEN AGAMA REPUBLIK INDONESIA” DitJen Bimas Buddha, umat Kristiani dan tokoh Islam Pakistan.

    Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.

  2. Sejak Adam sampai kiamat (habis gelap terbitlah terang benderang ilmu agama sesuai Al Qiyamah (75) ayat 6-15, Al Baqarah (2) ayat 257) perintiwa Kabil/Kain membunuh Habil/Habel sesuai Al Maidah (5) ayat 27-30, Kejadian 4:5-16 menanggung dua dosa adalah sama dengan Sifat Yahudi membunuh Yesus zaman Nuh (asal usul Buddha) sesuai Yohanes 8:58,59, Lukas 17:26; Sifat Yahudi membunuh Yesus zaman Luth (asalah usul Hindu) sesuai Yohanes 8:39,40, Lukas 17:28 atau diusir sesuai Al A’raaf (7) ayat 82,83; Sifat Yahudi membunuh Nasrani Yesus tahun 23 masehi sesuai Matius 27:35, Markus 15:24, Lukas 23:33, Yohanes 19:18, dan minta tolong pemerintah Herodes dan Pilatus untuk memunuhnya sesuai Lukas 23:4; dan TERAKHIR Kabil Sifat Yahudi dari umat Muhammad sesuai Al Fath (48) ayat 29 membunuh Isa zaman Ahmad (sifat nasrani Ahmadiyah Ghulam Ahmad) sesuai Ash Shaff (61) ayat 6,7,8,14, dan ulama umat Muhammad senantiasa sunnatullahnya minta pertolongan pemerintah yang berkuasa dinegeri itu untuk membunuh Ahmadiyah; jadi peristiwa kabil membunuh Habil ini tidal aneh terjadi 4 kali, karena sunnatullah tidak berubah sesuai Al Fath (48) ayat 23, akan tetapi pemuka agama Islam tidak mengetahui sunnatullah seperti ini telah terjadi 4 kali. Disini kelihatan sekali bodohnya!

    Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millenniun ke-3 masehi.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: