Ahmadiyah Tidak Dilarang


15/01/2008 14:43 WIB

Jamintel: Ahmadiyah Tidak Dilarang
Irwan Nugroho – detikcom

Jakarta – Rapat Badan Koordinasi Pengkaji Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakor Pakem) pusat memberi kesempatan kepada Ahmadiyah untuk membuktikan pernyataannya bahwa ajarannya sama dengan Islam. Pakem tidak melarangnya.

“Ya, dia tidak dilarang, sampai sekarang tidak dilarang,” ujar Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejagung, Wisnu Subroto, di Kejagung, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Selasa (15/1/2008).

Wisnu menambahkan, rapat Bakor Pakem sebelumnya memutuskan bahwa 12 butir pokok keyakinan Ahmadiyah tidak bertentangan dengan Islam. Hal itu merupakan hasil 7 kali dialog yang dilakukan Ahmadiyah dengan Departemen Agama.

“Rasanya tidak ada melanggar. Walaupun ini tidak kita bandingkan. Tapi kalau kita bandingkan dengan ciri-ciri aliran sesat MUI rasanya nggak ada,” imbuh Wisnu.

Menurut Wisnu, selaku ormas keagamaan, Ahmadiyah juga telah mendaftarkan diri ke Departemen Dalam Negeri pada tahun 1953. “Jadi hidupnya sudah lama ini,” ujarnya.

( irw / nrl )

————-

Ahmadiyah Tidak Dilarang

Jakarta, 15/1 (ANTARA) – Badan Koordinasi pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakor Pakem), Selasa, memutuskan tidak melarang aliran Ahmadiyah dan memberi kesempatan jemaat aliran tersebut untuk melakukan perbaikan.

Rapat yang dihadiri seluruh elemen Bakor Pakem, diantaranya Kejaksaan Agung, Polri, dan BIN, tersebut memutuskan tidak melarang Ahmadiyah setelah pimpinan aliran itu mengirimkan penjelasan tertulis.

Penjelasan tertulis yang ditandatangani Amir Pengurus Besar Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI), Abdul Basit menegaskan bahwa Ahmadiyah pada dasarnya sama dengan Islam pada umumnya.
Pengikut Ahmadiyah mengucapkan dua kalimat syahadat dan meyakini Muhammad sebagai nabi penutup.

Penjelasan tertulis tersebut juga menyebutkan Al-Quran dan sunnah Nabi Muhammad SAW merupakan sumber ajaran Islam.
Jemaat Ahmadiyah juga menyatakan tidak akan mengkafirkan orang Islam di luar Ahmadiyah.
Selain itu, jemaat Ahmadiyah juga berjanji akan meningkatkan silaturahmi dengan umat Islam yang lain.

Jaksa Agung Muda Intelejen (Jamintel) Wisnu Subroto mengatakan, Bakor Pakem bisa memahami penjelasan tertulis Ahmadiyah itu.

Untuk itu, Bakor Pakem memutuskan untuk memberi kesempatan kepada jemaat Ahmadiyah untuk melaksanakan inti dari penjelasan tertulis tersebut.

“Bakor Pakem akan terus memantau dan mengevaluasi,” kata Wisnu.
Selain itu, Bakor Pakem juga mengharapkan agar masyarakat bisa memahami itikad baik jemaat Ahmadiyah, dengan tidak melakukan tindakan anarkis.(F008/B/Z003)

————————–

Rabu, 16 Jan 2008,
Aliran Ahmadiyah Boleh Jalan Terus

JAKARTA-Berbagai tindak kekerasan terhadap warga Jamaah Ahmadiyah di tanah air tak boleh terjadi lagi. Hasil rapat Badan Koordinasi Pengkaji Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakor Pakem) tingkat pusat kemarin menyatakan tidak ada pelarangan terhadap pengembangan aliran tersebut.

“Sampai sekarang tidak dilarang,” jelas Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM Intelijen) Wisnu Subroto usai rapat Bakor Pakem di Gedung Kejagung, kemarin.

Rapat Bakor Pakem membahas aliran Ahmadiyah itu dihadiri sejumlah perwakilan, antara lain, Departemen Agama (Depag), Kejagung, Mabes Polri, Badan Intelijen Negara (BIN), Depdagri, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Menurut Wisnu Subroto, ada lima poin hasil Bakor Pakem. Pertama, Bakor Pakem telah membaca dan memahami isi 12 butir penjelasan Pengurus Besar (PB) Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) yang disampaikan dan diteken amirnya, Abdul Basit, serta diketahui pejabat Depag dan sejumlah tokoh.

Kedua, Bakor Pakem telah membahas 12 butir penjelasan PB JAI tersebut, serta memberi waktu kepada pengikut Ahmadiyah untuk melaksanakannya secara konsisten dan bertanggung jawab.

Ketiga, Bakor Pakem terus memantau dan mengevaluiasi pelaksanaan isi 12 butir penjelasan PB JAI di seluruh Indonesia. Keempat, apabila terdapat ketidaksesuaian dalam pelaksanaannya, Bakor Pakem mempertimbangkan penyelesaian lain sesuai ketentuan berlaku.

Kelima, Bakor Pakem menghimbau semua pihak dapat memahami maksud dan niat baik PB JAI sebagai bagian membangun kerukunan umat beragama sekaligus menghindari aksi anarkis.

Wisnu menegaskan, dengan hasil Bakor Pakem tersebut, maka tidak ada pelarangan pengembangan aliran Ahmadiyah. Sebab, dari paparan tujuh kali dialog yang dilaksanakan Depag dan Ahmadiyah, tidak ditemukan keyakinan yang bertentangan dengan Islam.

Kejagung juga tidak menemukan indikasi penodaan agama sebagaimana yang dituduhkan sejumlah kelompok. “Tidak ada yang melanggar, termasuk saat dibandingkan dengan ciri-ciri aliran sesat yang dikeluarkan MUI,” tegas mantan kepala Kejati Kaltim ini.

Wisnu menambahkan, selaku ormas keagamaan, Ahmadiyah juga telah mendaftarkan diri ke Depdagri sejak 1953. Dengan fakta tersebut, praktis Ahmadiyah selama ini telah dikembangkan dan diterima dengan baik oleh berbagai lapisan masyarakat.(agm/naz)

Sumber: http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail_c&id=321763

———————

Aliran Agama
Ahmadiyah Tidak Dilarang

Jakarta, 16 Januari 2008 07:12
Badan Koordinasi pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakor Pakem), Selasa (15/1), memutuskan tidak melarang aliran Ahmadiyah dan memberi kesempatan jemaat aliran tersebut untuk melakukan perbaikan.

Rapat yang dihadiri seluruh elemen Bakor Pakem, diantaranya Kejaksaan Agung, Polri, dan BIN, tersebut memutuskan tidak melarang Ahmadiyah setelah pimpinan aliran itu mengirimkan penjelasan tertulis.

Penjelasan tertulis yang ditandatangani Amir Pengurus Besar Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI), Abdul Basit menegaskan bahwa Ahmadiyah pada dasarnya sama dengan Islam pada umumnya.

Pengikut Ahmadiyah mengucapkan dua kalimat syahadat dan meyakini Muhammad sebagai nabi penutup.

Penjelasan tertulis tersebut juga menyebutkan Al-Quran dan sunnah Nabi Muhammad SAW merupakan sumber ajaran Islam.

Jemaat Ahmadiyah juga menyatakan tidak akan mengkafirkan orang Islam di luar Ahmadiyah.

Selain itu, jemaat Ahmadiyah juga berjanji akan meningkatkan silaturahmi dengan umat Islam yang lain.

Jaksa Agung Muda Intelejen Wisnu Subroto mengatakan, Bakor Pakem bisa memahami penjelasan tertulis Ahmadiyah itu.

Untuk itu, Bakor Pakem memutuskan untuk memberi kesempatan kepada jemaat Ahmadiyah untuk melaksanakan inti dari penjelasan tertulis tersebut. “Bakor Pakem akan terus memantau dan mengevaluasi,” kata Wisnu.

Selain itu, Bakor Pakem juga mengharapkan agar masyarakat bisa memahami itikad baik jemaat Ahmadiyah, dengan tidak melakukan tindakan anarkis. [EL, Ant]

Sumber: http://www.gatra.com/artikel.php?id=111295

  1. Untuk menyelesaikan perselisihan persepsi antara agama dan didalam agama yang telah terpecah-belah menjadi 73 firqah sesuai Ar Ruum (30) ayat 32, Al Mu’minuun (23) ayat 53,54 dan Yudas 1:18,19,20,21, dengan membawa kesesatan, maka Allah menjelaskan akan menjadikan satu umat beragama sesuai An Nahl (16) ayat 93 pada awal millennium ke-3 masehi, melalui argumentasi Al Baqarah (2) ayat 148 hari kiamat, kami telah menerbitkan untuk tujuan yang sama dengan kehendak Allah sebuah buku panduan terhadap kitab-kitab suci agama-agama berjudul:

    “BHINNEKA CATUR SILA TUNGGAL IKA”
    berikut 4 macam lampiran acuan:
    “SKEMA TUNGGAL ILMU LADUNI TEMPAT ACUAN AYAT KITAB SUCI TENTANG KESATUAN AGAMA (GLOBALISASI)”
    hasil karya tulis ilmiah otodidak penelitian terhadap isi kitab-kitab suci agama-agama oleh:
    “SOEGANA GANDAKOESOEMA”
    dengan penerbit:
    “GOD-A CENTRE”
    dan mendapat sambutan hangat tertulis dari:
    “DEPARTEMEN AGAMA REPUBLIK INDONESIA” Dit Jen Bimas Buddha, umat Kristiani dan tokoh Islam Pakistan.

    Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: