Aksi Damai Mendukung Jaksa Agung dan POLRI


Senin (7/1), berbagai elemen organisasi dan aliansi mengadakan aksi damai di depan Kantor Kejaksaan Agung RI dan Mabes POLRI. Hal ini dilatarbelakangi oleh kekerasan atas nama agama yang merebak baru-baru ini. Misalnya perusakan terhadap aset-aset organisasi maupun pribadi para anggota Jemaat Ahmadiyah. Elemen-elemen yang tergabung dalam Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) tersebut diperkirakan mencapai 1000 orang.

kejagung.jpg

Pukul 10.00 WIB, mereka berjalan dengan mengambil start dari depan Gedung Olahraga (GOR) Bulungan. Setelah lima belas menit, sampailah mereka di halaman Kantor Kejaksaan Agung RI. Disana acara dimulai dengan doa menurut kepercayaannya masing-masing.

Setelah itu sepuluh orang perwakilan segera diterima dan masuk ke kantor Kejaksaan Agung itu. Namun mereka ternyata tidak berhasil bertemu dengan Jaksa Agung, tapi hanya dipertemukan dengan Seksi bidang Humas saja.

kejagung2.jpg

(Aksi Damai di depan Kantor Kejaksaan Agung)

Sambil menunggu kabar dari rekan-rekan yang diterima oleh Kantor Kejaksaan Agung, mereka berorasi yang intinya mendukung kejaksaan agung agar berpegang teguh pada prinsip penegakan hukum dan tidak mengkriminalkan, membekukan, dan melarang suatu aliran agama/kepercayaan tertentu berdasarkan Fatwa MUI dan Mereka berharap agar Kejaksaan Agung tidak melanggar hak-hak konstitusioanal warga negara (hak atas kebebasan beragama dan berkeyakinan) yang berakibat pada merosotnya harkat dan martabat bangsa dalam pergaulan masyarakat internasional.

Acara itu diselingi dengan lagu-lagu nasional dan lagu-lagu yang menggugah rasa nasionalisme, persatuan dan persaudaraan antar sesama warga Indonesia.

Dua jam kemudian, perwakilan mereka pun telah keluar dan memberikan pengumuman. “Karena Jaksa Agung saat ini tidak di tempat, maka kami hanya dipertemukan dengan pihak Humas. Mereka sangat welcome, dan berjanji akan menyampaikan pesan-pesan dari kami hari ini juga,” ujar Anick, salah seorang perwakilan mereka setelah berhasil menemui pihak humas.

anick.jpg
(Anick sedang menyampaikan pesan setelah beberapa lama berada di kantor Kejaksaan Agung)

Setelah lama berada di depan Kantor Kejaksaan Agung, tepat pukul 12.10 mereka beralih ke Mabes POLRI. Dengan sigapnya polisi mengizinkan sepuluh perwakilan untuk langsung masuk dan bertemu dengan Divisi Humas POLRI.

 

Dikutip dari Tempo Interaktif, salah satu anggota tim advokat dari Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB), Saur Siagian, di Markas Besar Polisi mengatakan, “Polisi tidak konsisten, sehingga menjadi salah satu pemicu aksi anarkis. Sehingga ada kesan polisi membiarkan aksi kekerasan.”

“Kami menyampaikan agar Polisi bisa berpegang teguh kepada konstitusi dan UUD 1945 dan agar tidak ragu-ragu menindak mereka yang melakukan kekerasan. Kita cinta kepada polisi, kita mencintai hukum” jelas Anick kepada para rekan-rekan yang melakukan aksi damai itu dengan pengeras suara.

“Polisi juga berpesan: ‘Sampaikan ini ke publik bahwa pihak kepolisian tidak akan membiarkan kekerasan terjadi.” tambahnya.

 

divhumas2.jpg

(Divisi Humas POLRI menerima sepuluh perwakilan dari Aksi Damai ini. [Foto: Mubarik])

Saat itu hadir pula ibu Musdah Mulia. Menurutnya, ketika diwawancarai wartawan, kegiatan ini diadakan supaya ada kebijakan baru bisa mengayomi sumua tanpa membeda-bedakan agama dan lain lain. “Fatwa MUI tidak bisa dijadikan referensi hukum karena dasar kita adalah UUD 45 dan pancasila,” tambahnya.

musda.jpg

Aksi damai ini selesai pada pukul 12.08 WIB, dengan diakhiri dengan nyanyian Kebangsaan “Indonesia Raya” di hadapan sang Merah Putih yang berada di depan Mabes POLRI, []

  1. Untuk diketahui bahwa pada hari senin tanggal 24 September 2007 telah diserahkan oleh Soegana Gandakoesoema untuk ibu Prof. DR. Siti Musdah Mulia, MA, Ahli Peneliti Utama (APU), Ketua Umum Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) sebuah buku panduan terhadap kitab-kitab suci agama-agama berjudul:

    “BHINNEKA CATUR SILA TUNGGAL IKA”
    berikut 4 macam lampiran acuan:
    “SKEMA TUNGGAL ILMU LADUNI TEMPAT ACUAN AYAT KITAB SUCI TENTANG KESATUAN AGAMA (GLOBALISASI)”
    hasil karya tulis ilmiah otodidak penelitian terhadap isi kitab-kitab suci agama-agama selama 25 tahun oleh:
    “SOEGANA GANDAKOESOEMA”
    dengan penerbit:
    “GOD-A CENTRE”
    dan mendapat sambutan hangat tertulis dari:
    “DEPARTEMEN AGAMA REPUBLIK INDONESIA” DitJen Bimas Buddha, umat Kristiani dan tokoh Islam Pakisatan.

    Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3.

  2. Buku panduan terhadap kitab-kitab suci agama-agama berjudul “BHINNEKA CATUR SILA TUNGGAL IKA”

    I. Sedang diteliti oleh Prof DR ibu Siti Musdah Mulia, MA, (Islam) Ahli Peneliti Utama Balitbang Departemen Agama Republik Indonesia, hingga mendapat keputusan menerima atau menolak dengan hujjah sebagaimana buku itu sendiri berhujjah.

    II. Telah dibedah oleh:
    A. DR. Abdurrahman Wahid, Gus Dur, Islam, Presiden Republik Indonesia ke-4 tahun 1999-2001.

    B. Prof DR. Budya Pradipta, Penghayat Ketuhanan Yang Maha Esa, dosen FS Universitas Indonesia.

    C. Prof. DR. Usman Arif, Konghucu, dosen Filsafat Universitas Gajah Mada.

    D. Prof. DR. Robert Paul Walean Sr. Pendeta Nasrani, sebagai moderator, seorang peneliti Al Quran, sebagaimana Soegana Gandakoesoema peneliti Al Kitab perjanjian lama dan perjanjian baru, setingkat dan sejajar dengan Waraqah bin Naufal bin Assab bin Abdul Uzza umur 94 tahun Pendeta Nasrani, anak paman Siti Hadijah umur 40 tahun, isteri Muhammad 25 tahun sebelum mendapat wahyu pada umur 40 tahun melalui Jibril (IQ) dan diangkat Allah sebagai nabi penutup, untuk melaksanakan Taurat, Injil dan yang turun kemudian sesuai Al Maidah (5) ayat 66,68.

    E. Disaksikan oleh 500 para perserta Seminar dan Bedah Buku, diakhiri dengan sesi dialog tanya-jawab, dan apabila tidak dibatasi waktunya akan mengulur panjang, sehubungan dengan banyaknya gairah pertanyaan yang diajukan oleh pada hadirin.

    Pada hari Kamis tanggal 29 Mei 2008, jam 09.00-14.30, tempat Auditorium Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, jl. Salemba Raya 28A, Jakarta, dalam rangka reringatan satu abad (1908-2008) kebangkitan nasional “dan kebangkitan agama-agama (1301-1401 hijriah)(1901-2001 masehi)” diacara Seminar & Bedah Buku hari/tanggal: Selasa 27 Mei – Kamis 29 Mei 2008 dengan tema merunut benang merah sejarah bangsa untuk menemukan kembali jati diri Bhinneka Tunggal Ika Panca Sila Indonesia.

    Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.

  3. Buku Panduan terhadap kitab-kitab suci agama-agama berjudul:

    “BHINNEKA CATUR SILA TUNGGAL IKA”
    Penulis: Soegana Gandakoesoema
    Penerbit: GOD-A CENTRE

    Tersedia ditoko buku K A L A M
    Jl. Raya Utan Kayu 68-H, Jakarta 13120
    Telp. 62-21-8573388

  4. Buku Panduan terhadap kitab-kitab suci agama-agama berjudul:

    “BHINNEKA CATUR SILA TUNGGAL IKA”
    Penulis: Soegana Gandakoesoema
    Penerbit: GOD-A CENTRE
    BONUS: ” SKEMA TUNGGAL ILMU LADUNI TEMPAT ACUAN AYAT KITAB SUCI TENTANG KESATUAN AGAMA (GLOBALISASI)” berukuran 63×60 cm.

    Tersedia ditoko-toko buku distributor tunggal:
    P.T. BUKU KITA
    Telp. 021.78881850
    Fax. 021.78881860

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: