Khutbah Jumat Amir Nasional Mengenai Kondisi Jemaat Saat Ini


Jumat (4/1), Amir Nasional Jemaat Ahmadiyah Indonesia telah menyampaikan Khutbah Jumatnya di Markaz Jemaat Ahmadiyah Indonesia. Beliau menyampaikan ayat Alquran sebagai berikut:

“Ud’u ilâ sabîli robbika bilhikmati wal-mau’idzotil-hasanah. Wa jâdilhum bil-latî hiya ahsan. Inna robbaka huwa a’lamu biman dhollâ ‘an sabîlih. Wa huwa a’lamu bil-muhtadîn”

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Q.S. An Nahl [16] : 126)

Dari ayat ini beberapa poin yang saya bisa tangkap dari penjelasan beliau adalah bahwa perintah Alquran berkenaan dalam menyikapi perbedaan pendapat adalah:

  1. Agar menyeru mereka kepada jalan kebenaran dengan cara “hikmah”, yaitu perkataan yang baik, –bukannya dengan kekerasan.
  2. Jika memang ada perbedaan pendapat, ya bantahlah dengan cara yang baik –sekali lagi! bukan dengan kekerasan, itulah yang diajarkan Alquran.
  3. Jadi, yang lebih mengetahui orang yang sesat dari jalan-Nya dan orang-orang yang diberi petunjuk adalah Allah semata –bukan manusia.

Beliau juga menjelaskan khutbahnya dengan gayanya yang khas dan mengatakan bahwa Jemaat kini sedang melakukan beberapa langkah-langkah oleh karena itu menyikapi keadaan sekarang ini, maka perbanyaklah doa.

Berkenaan dengan kejadian Manislor, Huzur Hadhrat Khalifatul Masih V atba. bersabda dalam bahasa Urdu:

“Allah fadhal karee” — Semoga Allah memberikan karunia[-Nya]

Setelah itu beliau juga berpesan kepada para Jamaah Jumat bahwa apabila ada khabar yang tidak jelas, maka jangan langsung forward/disebarkan [melalui] SMS. Carilah langsung dari sumbernya. Beliau menekankan hal ini juga kepada kaum ibu.

Terakhir, beliau membacakan satu berita mengenai tanggapan Menteri Agama:

Jakarta – Banyak kalangan termasuk Majelis Ulama Indonesia meminta agar pemerintah segera membubarkan Ahmadiyah karena dianggap aliran sesat. Berbeda dengan MUI, Menag justru tidak menginginkan hal itu terjadi. Menag minta masalah ini diselesaikan dengan jalan damai.

“Kita lebih memilih jalan damai,” ujar Menag Maftuh Basyuni saat ditanya apakah aliran Ahmadiyah perlu dibubarkan.

Beliau berkomentar, “Sekarang pendapat Menteri Agama sudah berubah, awalnya ia berpendapat agar Ahmadiyah membuat agama baru. Namun kini pendapatnya berbeda dari sebelumnya”

Hal tersebut ia sampaikan usai memimpin upacara hari amal bhakti Depag di Kantor Depag, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (3/1/2007).

Depag, menurut Maftuh saat ini sedang berusaha untuk memberikan penyadaran kepada warga Ahmadiyah agar tidak melakukan ajaran agama yang menyimpang.

“Kita sekarang sedang berusaha menyadarkan mereka. Kita tidak bosan-bosannya untuk menyadarkan mereka,” kata Maftuh.

“Ya tidak apa-apa lah itu kan baik, setidaknya berarti mereka akan melakukan dialog dengan kita,” tambah pucuk pimpinan Jemaat Ahmadiyah Indonesia itu.

Maftuh juga menyayangkan banyaknya aksi brutal menolak Ahmadiyah. Menurutya itu adalah perbuatan kriminal. Tidak ada lembaga yang berhak menentukan sesat tidaknya sebuah aliran.

“Yang berhak menentukan adalah akhlak kitga. Kita sendiri yang tahu apa ini sesat atau tidak,” jelasnya (anw/ana)

Sumber berita: http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/01/tgl/03/time/112010/idnews/874113/idkanal/10

  1. Kami membela dengan hujjah Allah, hujjah nabi Muhammad saw. dan hujjah Kitab suci-Nya termasuk Al Kitab Perjanjian lama dan Perjanjian baru kebenaran tentang wajib hadirnya Ahmadiyah dengan menerbitkan buku panduan terhadap kitab-kitab suci agama-agama berjudul:

    “BHINNEKA CATUR SILA TUNGGAL IKA”
    berikut 4 macam lampiran acuan:
    “SKEMA TUNGGAL ILMU LADUNI TEMPAT ACUAN AYAT KITAB SUCI TENTANG KESATUAN AGAMA (GLOBALISASI)”
    hasil karya tulis ilmiah otodidak penelitian terhadap isi kitab-kitab suci agama-agama selama 25 tahun oleh:
    “SOEGANA GANDAKOESOEMA”
    dengan penerbit:
    “GOD-A CENTRE”
    dan mendapat sambutan hangat tertulis dari:
    “DEPARTEMEN AGAMA REPUBLIK INDONESIA” DitJen Bimas Buddha, umat Kristiani dan tokoh Islam Pakistan.

    Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.

    • Agoes Adiman d’Atoem
    • Februari 7th, 2008

    Assalamu’alaikum mas Isa,

    Usia saya tahun ini menginjak xx tahun (dirahasiakan oleh moderator), tapi masih ingin menyebarluaskan kepercayaan kita ini. Salah satu cara adalah coba-coba bikin blog, ternyata masih banyak yang harus saya pelajari. Di antara yang saya ingin belajar dari mas adalah cara membuat kolom kecil yang di sebelah kanan ini.
    Mohon data pribadi saya jangan di publish mas, ditunggu emailnya. Jazakumullah ahsanal jaza.

    Wassalam dari yg sangat lemah.

    ——-
    Insya Allah. Sebisa mungkin saya akan berusaha membantu bapak.

    • kisah nyata
    • April 27th, 2008

    Menyikapi permasalahan Ahmadiyah

    Beberapa hari belakangan ini, ramai di semua media, tentang Ahmadiyah.
    MUI dan sekutunya menyatakan JAI sesat dan harus dibubarkan karena
    JAI mempercayai ada nabi lagi setelah nabi Muhammad saw.

    Begitu juga yang terjadi di lingkungan kantor saya, tiap hari rekan2 kantor memperbincangkan masalah itu, dan karena mereka tahu saya ini salah satu anggota dari JAI, dan tiap hari pula jika kebetulan bersamaan waktu makan siang atau jam istirahat mereka selalu menasihati saya untuk segera tobat dan kembali ke jalan yang benar seperti keyakinan mereka.

    Minggu kemarin, kalo gak salah hari rabu ( 23 apr 08), yang bertepatan akan di keluarkan nya SKB oleh pemerintah tentang JAI. Mereka mencoba lagi untuk menasihati saya untuk segera keluar dari JAI, saya akhirnya hopeless dan akhirnya saya menyanggupi permintaan mereka, tapi dengan syarat bahwa kenyakinan mereka tidak bertentangan dengan Alquran, dan saya berjanji bila kenyakinan mereka benar ( rujukan Alquran) maka saat itu juga saya akan keluar dari JAI dan ikut keyakinan mereka.

    Segera setelah itu, maka kami adakan tanya jawab atau diskusi dengan rukukan Alquran saja. Dan mereka minta Kitab Alquran dan arti nya dari mereka bukan dari JAI, dan setelah itu dimulai lah diskusi tersebut .

    saya :
    Apa keyakinan kalian tentang Nabi Isa as. ?

    mereka :
    Nabi Isa as. itu masih hidup ( ada di langit ) dan nanti turun lagi di akhir zaman sepert di nubuatkan oleh hadith.

    saya :
    Masa iya Nabi Isa as. masih hidup ? coba lihat surah Al-Anbiyaa ayat 33 dan tolong bacakan.
    mereka :
    Lalu mereka membacanya : (artinya)

    Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad); maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal?

    saya :
    Tolong tapsirkan ayat itu , apa maksud dan arti serta tujuannya ?

    mereka :
    ????

    mereka semua terdiam …. kemudian salah satu dari mereka mencoba menerangkan maksud ayat tersebut .

    mereka :
    Maksud ayat itu bahwa tidak ada Nabi yang masih hidup, semua sudah meninggal.

    saya :
    Berarti keyakinan kalian atau keimanan kalian masih salah , kemudian saya tanya lagi, jika Nabi Isa as itu telah meninggal , lalu siapa Nabi Isa yang di nubuatkan oleh hadith tersebut , yang akan turun lagi di akhir zaman ?

    Berarti Nabi yang dinubuatkan itu, orang lain , bukan Nabi Isa as. yang dahulu, berarti ada Nabi lagi ….. iya khan ?

    Mereka semua terdiam, tak ada jawaban apa-apa ……

    ( tidak beberapa lama kemudian, salah seorang dari mereka bicara )

    mereka :
    Seperti kita tahu bahwa Tuhan Maha Kuasa, jadi bisa saja Nabi Isa as. yang telah wafat itu, kemudian Allah swt. menghidupkan lagi dan kemudian setelah 40 hari meninggal lagi……. jadi tetap nabi yang di nubuatkan itu Nabi Isa as yang dahulu, jadi bukan orang baru.
    saya :
    wah jika berkeyakinan seperti itu, maka berapa banyak lagi isi Alquran harus di rubah atau di hapus …… tetapi saya berkesimpulan dan kalian sudah menyaksikan bahwa keyakinan kalian masih jauh dari benar. Dan saya minta biarkan saya dengan keyakinan saya.

    Dan hari-hari kemudian saya merasa lebih enjoy di tempat kerja, karena tidak ada yang memaksa saya untuk keluar dari JAI. Alhamdulillah …….

    Begitulah cerita saya, mohon maaf jika ada salah kata atau kurang sopan.

    Ryansyah

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: