Kunci Kemenangan Islam


Seperti yang telah diterangkan dalam Alquran dalam Surat Ash Shaf [61]:10 bahwa agama yang diturunkan Tuhan dinubuwwatkan pasti akan mengalami kemenangan. Ayat yang menjelaskan hal tersebut adalah:

“Huwal-ladzii arsala rosuulahuu bil hudaa wa diinil haqqi liyudhhirohuu ‘alaa diini kullihii walaw karihal musyrikuun”

“Dia-lah yang mengutus utusan-Nya dengan petunjuk dan agama yang benar agar memenangkannya atas agama-agama semuanya walaupun orang-orang musyrik tidak menyukainya”

Dari ayat ini kita hendaknya merenungkan bahwa kemenangan hanya akan diraih melalui perantaraan utusan Tuhan. Dan dalam ayat itu disebutkan bahwa kata “rosuul” adalah sifatnya umum tidak hanya –khusus– ditujukan kepada Rosulullah saw. seperti kata “ar-rosuul”.

Jadi kita bisa mengetahui bahwa kemenagan Islam itu adalah dengan perantaraan Al Masih atau Al Mahdi yang telah Rasulullah saw. janjikan kedatangannya. Oleh karena itu, kedatangan beliau a.s. patut kita imani.

Ada beberapa kalangan yang tidak mengimani kedatangan beliau a.s. dengan alasan bahwa ajaran Islam (Alquran) itu sudah sempurna untuk memenuhi dahaga ruhani mereka. Namun hal ini tidak sepenuhnya dapat diterima. Saat ini banyak pertentangan-pertentangan paham yang terjadi di berbagai ulama muslimin. Untuk menjembatani hal ini, manusia memerlukan figur orang suci yang benar-benar dekat dengan Tuhannya –yakni Almahdi dan Almasih itu sendiri. Nah, dengan menolak kedatanagn Almasih dan Almahdi, itu sama artinya dengan menentang perkataan Rasulullah saw. –Ini patut direnungkan.

Dan perlu diingat bahwa kemenangan Islam yang diinginkan Alquran adalah bukan untuk mendirikan negara Islam, karena tidak ada ayat Alquran pun yang memerintahkan hal ini. Walau ketika Rasulullah saw. berada beliau dijadikan pemimpin negara di Madinah, namun hal itu karena beliau saw. –kebetulan– dipilih –dan disepakati– oleh para warga setempat –yang notabene pada saat itu mayoritas muslim– untuk menjadi pemimpin mereka. Namun Rasulullah saw. sekali-kali tidak memberikan isyarat untuk mendirikan negara yang berasaskan Islam. Karena agama Islam tumbuh-berkembang untuk menegakkan kerajaan Tuhan “secara ruhani” di muka bumi. Walaupun memang jika Islam sudah menjadi mayoritas, tidak menutup kemungkinan para pemimpin negara yang terpilih adalah dari kalangan umat Islam sendiri.

—-

Dalam Alquranul Kariim Allah Ta’ala juga berfirman dalam QS Al-Nashr [110] ayat 1-3:

“Idza jaa-a nashruLlaahi wal Fath. Wa roaytan-naasa yadkhuluuna fii diiniLlaahi afwaaja. Fasabbih bihamdi Robbika wastaghfirh(u), Innahuu kaana tawwaabaa”

“Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. Dan engkau melihat manusia akan masuk dalam agama Allah berbondong-bondong. Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhan engkau dan memohon ampunan-Nya. Sesungguhnya Dia Maha penerima Taubat.”

Dalam surah ini Allah Ta’ala telah menjanjikan kemenangan Agama Islam diatas agama-agama lain, namun kemenangan itu tidak berorientasi kepada kemenangan secara duniawi. Namun dalam QS 110: 2 disebutkan “…manusia masuk ke dalam agama Allah secara berbondong-bondong”. Itulah kemenangan Islam yang hakiki dan dimaksudkan oleh Allah Ta’ala. Namun tidak ayal kemenangan secara duniawi juga akan mengikuti Islam dengan pengorbanan-pengorbanan yang dilakukan oleh kaum muslimin.

Semakin besar para Mu’allaf yang bergabung dalam Islam, semakin besar pula tenaga yang Islam perlukan untuk mendidik mereka, agar tidak terjerumus/tergoda kedalam kekafiran kembali. Agaknya ketika Islam diberikan “karunia” kemenangan tersebut, Islam akan ‘terguncang’ dan ‘terpaksa’  membaut strategi jitu untuk bisa memenuhi ‘dahaga’ para muallaf itu dengan pendidikan dan pengajaran yang memadai.

Semakin besar Islam (secara kuantitas) tidak menutup kemungkinan kelemahan-kelemahan/kekurangan-kekurangan yang menyelinap ke dalam tubuh Islam pada masa tersebut. Maka Allah Ta’ala Yang Maha Mengetahui memerintahkan kepada kaum muslimin agar banyak-banyak bertasbih; meminta perlindungan Allah dari kelemahan-kelemahan tersebut.

Itulah mengapa Rasulullah saw mencontohkan selalu berdzikir; bertasbih dan meminta ampun kepada Allah Ta’ala; Tidak lain hanya untuk menyongsong kemenangan Islam yang telah dijanjikan Allah Ta’ala kepada beliau.

Tidakkah kita mengikutinya? Semoga hal ini bisa menjadi reungan kita semua.

    • nety
    • Januari 1st, 2008

    benarkah dalam injil banabas itu mengatakan bahawa pada akhirnya akan datang nabi terakhir yg bernama ahmad atau muhammad?

  1. Ya, benar dalam fasal 220 Injil tersebut, diceritakan bahwa Yesus berbicara kepada Barnabas, katanya, “…Dan ejekan itu akan terus berlangsung sampai datangnya Muhammad Rasul Allah, yang apabila ia datang akan mengungkapkan penipuan kepada mereka yang percaya akan syariat Allah”.

    Namun shahih atau tidaknya Injil ini banyak dipertentangkan oleh banyak pihak. baik Umat Kristen maupun Islam. Tetapi disana tidak tertera sama sekali bahwa akan datang nabi terakhir.

    Mengenai Nabi terakhir, berdasarkan sabda Rasulullah saw, beliau pernah bersabda: “seandainya anakku ini Ibrahim tidak meninggal, ia bisa menjadi Nabi yang Shiddiq.”

    Siti ‘Aisyah r.a. sendiri juga pernah menjelaskan perkataan Rasulullah saw. tentang kalimat “laa nabiyya ba’di” (tidak ada nabi setelahku). Beliau r.a. berkata, Kalian boleh berkata laa nabiyya ba’di namun kalian tidak boleh mengatakan bahwa tidak ada nabi setelah beliau saw.

    Jika Rasulullah saw. mengatakan bahwa beliau adalah Nabi terakhir, itu benar dalam konteks tidak ada Nabi yang membawa syariat . karena Syariat-Nya telah sempurna (Q.S. Al Maidah: 3). Jadi sabda Rasulullah saw. mengenai kedatangan Al-Masih dan Al Mahdi sebagai seorang utusan Tuhan, ini tidak boleh ditolak.

    Kita tidak boleh mengatakan bahwa Sabda Rasulullah saw plin-plan (na’udzubillah), di satu sisi beliau mengatakan tidak ada Nabi lagi sesudah beliau saw. dan di satu sisi akan datang seorang utusan Tuhan (Nabi: Al Masih dan Al Mahdi) setelah beliau. Ini berarti bahwa Utusan Tuhan yang akan datang itu akan mengikuti secara sempurna Syariat Rasulullah saw., bukannya membawa ajaran, kitab suci, atau agama yang baru.

    Ini merupakan pemahaman Rasulullah saw dan Istrinya sendiri yang notabene lebih memahami ayat Khaataman Nabiyyin (Q.S. 33: [40]). Ini yang banyak dilupakan oleh kaum muslimin pada umumnya. []

  2. Sesuai Ali Imran (3) ayat 19,81,82,83,85, Al Maidah (5) ayat 3, Al Hajj (22) ayat 78, Al Baqarah (2) ayat 208, dan An Nashr (110) ayat 1,2,3. yang akan menang bukanlah agama Islam tetapi Agama Allah, dan agama disisi Allah adalah Islam tidak sama dengan Agama Allah.
    Agama Allah setelah kebangkitan ilmu pengetahuan agama sesuai Al Mujaadilah (58) ayat 6,18,22 awal millennium ke-3 masehi.

    Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.

  3. Untuk penjelasan totalnya, bacalah buku panduan terhadap kitab-kitab suci agama-agama berjudul:

    “BHINNEKA CATUR SILA TUNGGAL IKA”
    berikut 4 macam lampiran acuan:
    “SKEMA TUNGGAL ILMU LADUNI TEMPAT ACUAN AYAT KITAB SUCI TENTANG KESATUAN AGAMA (GLOBALISASI)”
    hasil karya tulis ilmiah otodidak penelitian terhadap isi kitab-kitab suci agama-agama selama 25 tahun oleh:
    “SOEGANA GANDAKOESOEMA”
    dengan penerbit:
    “GOD-A CENTRE”
    dan mendapat sambutan hangat tertulis dari:
    “DEPARTEMEN AGAMA REPUBLIK INDONESIA” DitJen Bimas Buddha, umat Kristiani dan tokoh Islam Pakistan.

    Wasalam, Soegana gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.

  4. Buku Panduan terhadap kitab-kitan suci agama-agama berjudul:

    “BHINNEKA CATUR SILA TUNGGAL IKA”
    Penulis: Soegana Gandakoesoema
    Penerbit: GOD-A CENTRE

    Tersedia ditoko buku K A L A M
    Jl. Raya Utan Kayu 68-H, Jakarta 13120
    Telp. 62-21-8573388

  5. Buku Panduan terhadap kitab-kitab suci agama-agama berjudul:

    “BHINNEKA CATUR SILA TUNGGAL IKA”
    Penulis: Soegana Gandakoesoema
    Penerbit: GOD-A CENTRE
    BONUS: “SKEMA TUNGGAL ILMU LADUNI TEMPAT ACUAN AYAT KITAB SUCI TENTANG KESATUAN AGAMA (GLOBALISASI)” berukuran 63×60 cm.

    Tersedia ditoko-toko buku distributor tunggal:
    P.T. BUKU KITA
    Telp. 021.78881850
    Fax. 021.78881860

    • HAMBA ALLAH
    • April 15th, 2009

    AGAMA YANG AKAN MENANG ADALAH AGAMA YANG DIBAWA OLEH BAGINDA NABI BESAR MUHAMMAD SAW, DAN ITU SUDAH JELAS ADALAH AGAMA ISLAM… ITU ADALAH JANJI PASTI DARI ALLAH SWT…DAN SAYA AKAN MEMEGANG TEGUH AQIDAH SAYA INI SAMPAI ALLAH SWT MENGAMBIL NYAWA SAYA DAN AQIDAH SAYA TIDAK BISA DIBELI OLEH APAPUN YANG ADA DIDUNIA INI… ” YAA ALLAH LINDUNGILAH AGAMA ISLAM DAN HAMBA MU INI DARI GODAAN SEYTAN YANG TERKUTUK DAN DARI FITNAH ORANG-ORANG KAFIR… AMIIIN… YAA ROBB…..”

  6. AGAMA YANG AKAN MENANG ADALAH AGAMA YANG DIBAWA OLEH BAGINDA NABI BESAR MUHAMMAD SAW, DAN ITU SUDAH JELAS ADALAH AGAMA ISLAM… ITU ADALAH JANJI PASTI DARI ALLAH SWT…DAN SAYA AKAN MEMEGANG TEGUH AQIDAH SAYA INI SAMPAI ALLAH SWT MENGAMBIL NYAWA SAYA DAN AQIDAH SAYA TIDAK BISA DIBELI OLEH APAPUN YANG ADA DIDUNIA INI… ” YAA ALLAH LINDUNGILAH AGAMA ISLAM DAN HAMBA MU INI DARI GODAAN SEYTAN YANG TERKUTUK DAN DARI FITNAH ORANG-ORANG KAFIR… AMIIIN… YAA ROBB…..”
    Benar, Agama yang jelas-jelas diridhoi oleh Allah Ta’ala adalah agama Islam; sesuai dengan Alquran, Al-Maidah [3]: “…alyawma akmaltu lakum diinakum wa atmamtu ‘alaykum ni’matii wa rodhiitu lakumul-islaama diina..” Oleh karena itu berbahagialah kaum Muslimin dengan keimanan dan ketakwaannya sehingga bisa mewujudkan dan menyempurnakan nubuwwatan kemenangan Islam.

    (Admin situs)

  7. Ya betul itu tayang ku cemuaa

  8. hahaaaa apaan tuh boss tuhan milenium k 3 knapa nggak ke empat/limaa hahaaaa.orang bodoh aja memahami tuhan jadi pusing seperti itu.tuhan itu dari dahulu kala & sampai kapanpun ya sama cuma satu(ESA) soalnya kalau lebih pasti berantem Hahaaa! ajarannya dari dulu sampai kapanpun juga sama ,yg nggak sama ya manusianya hahaaa gitu aja kok repot.ada imam mahdi atau almasih dijaman seperti skrg ini, itu mah dijamin mimpi bosss hahaaaa .

    • agung
    • Oktober 14th, 2010

    kunci kemenangan islam di bumi jawa hari ini adalah berkat kerja keras para wali dan bersyukur bahwa budaya islam yang dibawa oleh leluhur kita dari daratan cina selatan itu telah memberikan nikmat ritual lebaran yang sangat unik yang tak kan pernah ditemuai dibelahan bumi manapun kecuali di tanah leluhur cina.Saling bermaaf-maaf den sungkem kepada kedua orang tua, membersihkan rumah, tilik kubur, memasak opor, menyalakan petasan, memakai baju baru…sungguh terlihat sebagai saudara kembar yang sehati dengan perayaan imlek

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: