Jikalau Ahmadiyah Dilarang di Indonesia


Ahmadiyah lahir di Qadian, India 1889M lalu. Sekarang ini sudah 118 tahun Jemaat Ahmadiyah berdiri (2007). Sebentar lagi umurnya akan bertambah setahun jika tahun 2008 tidak kiamat. :-)

Memang sudah dari awal Jemaat Ahmadiyah ditentang sejak awal. Namun, belum ada yang berhasil menumbangkan Jemaat Ahmadiyah sampai kini. Sejak pendirinya masih seorang diri, banyak pula percobaan-percobaan pembunuhan, dakwaan-dakwaan pembunuhan palsu, fatwa sesat, kafir dan sebagainya.

Pertama kali berdiri, Ahmadiyah sudah mempunyai pengikut sebanyak empat puluh orang. Kian lama kian membengkak. Kini diperkirakan ada 200 juta Ahmadi di 180-an negara. Ini tiap saat terus bertambah. Tahun ini saja, diperoleh kurang lebih 200.000 orang telah menggabungkan diri ke dalam Jemaat Ahmadiyah.

Di Qadian –tempat Ahmadiyah lahir– setahun yang lalu telah diadakan perkumpulan tahunan dan dihadiri ratusan ribu orang dari seluruh penjuru dunia (70 ribu pada thn 2005 dan 30-an ribu di tahun 2006) . Jadi ditempat kelahirannya Ahmadiyah tidak dilarang.

Ketika negara Hindustan pecah menjadi dua –yakni India dan Pakistan–, di India terjadi pembantaian besar-besaran terhadap umat Islam. Karena Jemaat Ahmadiyah termasuk umat Islam, sebagian besar dari mereka sengaja berpindah ke Pakistan, Namun markaz mereka di Qadian tetap utuh dan dalam penjagaan –walaupun ada ancaman untuk dimusnahkan.

Saat itu terjadi perpisahan antara umat Islam dan umat Hindu. Umat Islam hijrah besar-besaran menuju Pakistan dan umat Hindu tetap tinggal di India. Ketika itulah tragedi yang mengerikan terjadi. Umat Islam dibantai di tengah-tengah perjalanan mereka menuju Pakistan. SubhanaLLah!

Naasnya, ketika sudah beberapa tahun berpindah ke Pakistan, di sana Ahmadiyah dianggap sebagai minoritas non-muslim. Jika orang Ahmadi bersyahadat (misalnya dalam ceramah/azan), mereka ditangkap/dipenjara/dianiaya, bahkan ada pula yang dibunuh. Subhanallah! tega2nya mereka menganiaya saudara mereka sendiri. :-(

Sekarang ini MUI sedang melobi kejaksaan Agung untuk mengajukan agar Ahmadiyah dilarang di Indonesia. Hal itu terkait dengan banyaknya aksi perusakan terhadap Masjid dan aset-aset milik Anggota maupun Lembaga Ahmadiyah sendiri.

Satu pertanyaan kritis, apakah dengan pelarangan terhadap Jemaat Ahmadiyah di Indonesia akan terjadi kedamaian? Apakah tindakan anarkis terhadap Ahmadiyah akan serta merta lenyap? Kemungkinan besar tidak! Bahkan tindakan anarkis akan dirasa “semakin halal!”

Jikalau anggota Jemaat Ahmadiyah harus diamankan, akankah puluhan ribu anggota Jemaat Ahmadiyah harus diamankan? Dimana mereka harus tinggal? Apakah mereka semua harus meninggalkan tanah air yang begitu mereka cintai karena tidak mau meninggalkan kepercayaannya? Tidak masuk akal! []

    • Josua
    • Desember 31st, 2007

    Kalau Ahmadiyah dibubarkan, itu tidak mungkin. Ini karena Ahmadiyah adalah komunitas Internasional. Paling-paling ya cuma di Indonesia saja. Saya dengar juga di Pakistan Ahmadiyah dilarang. Tapi sampai sekarang pengikutnya semakin banyak. Ya bisa saja Ahmadiyah dibubarkan. Tapi para pengikutnya mau dikemanakan?

  1. Membubarkan bukan sebuah solusi. Sebab akarnya adalah keyakinan seseorang atau kelompok orang. Bagaimana membubarkan pikiran orang lain. Begitu pula, hal yang tidak masuk akal, bagaimana pikiran seseorang bisa membuat orang lain menjadi resah. Kita hidup di alam yang serba majemuk, tapi tak pernah ada keluhan bahwa karena teman sebangkuku memutar pikirannya, atau muncul pikiran ngeres dalam benaknya, lalu aku menjadi gelisah dan resah. Keresahan itu hanya mungkin timbul akibat tindakan seseorang atau tindakan sekelompok orang; atau bila terjadi pemaksaan. Karena itu aliran Ahmadiyah tidak pernah menciptakan keresahan sebab mereka tidak pernah berbuat onar dan tidak pernah memaksakan ide-ide mereka. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa orang-orang Ahmadiyahlah yang dibuat resah akibat ulah orang-orang ‘Muslim’ tulen yang merangsek masuk rumah tanpa salam, merusak dan memprovokasi massa. Karena itu orang-orang Ahmadiyah harus bersabar, sampai masyarakat dan pemerintah Indonesia lulus dalam memahami arti kata meresahkan itu.

    • maryono
    • Januari 4th, 2008

    Asyhadu ala ilaha ilallah wa asyhadu anna muhamadan abduhu wa rasullullah…

    kami Ahmadiyya bersaksi tiada tuhan selain Allah dan kami bersaksi nb Muhamad adalah utusan Allah…

    Sebenarnya apa sih yang diingini ulama yang ada di MUI itu untuk membubarkan Ahmadiyya ,Apakah ulama -ulama itu telah memberi kontribusi penyebaran Islam ke seluruh dunia?, tidak bukan? Tapi Ahmadiyya dengan MTA (muslim TV ahmadiyya ) sehari 24 jam menyebarkan Islam yg berisikan ajaran2 Allah dan Rasul2nya terutama Muhammad SAW, ke seluruh dunia dan telah banyak orang2 yang masuk Islam lewat siaran ini (MTA). saya percaya sesuatu yang diridohi ALLAH dan Rasul2nya pasti tidak akan hilang hingga dunia “qiamat”.1894-2008 telah membuktikan bahwa Ahmadiyya dapat di katakan di ridohi Allah (meski dalam perjalanannya para pengikutnya dicaci, teror, bahkan dibunuh ).
    Yth: MUI ..
    Kitakan sama2 menyembah Allah kenapa anda tidak berdoa saja seperti:

    Ya Allah engkaulah yang membalikan hati mahluk maka berikanlah petunjuk pada kami apakah Ahmadiyya itu sesuatu yang engkau ridohi?

    Jd kesimpulannya:
    Apakah Organisasi2 Islam yang melarang Ahmadiyya sudah berbuat seperti yang Ahmadiyya pebuat ?Menyebarkan ajaran Allah dan Rasul2nya (utamanya Muhamad SAW) ke seluruh dunia berlangsung terus menerus hingga sekarang bahkan nanti sebagai agama “Rahmatanilalamin” ?

    Sebelum mereferensikan pembubaran Ahmadiyya kaji dulu Alquran mengenai kenabian dan hadist2 mengenai Imam Mahdi…PASTI ADA KESAMAAN DIANTARA KITA…

  2. Ass.
    sebnarnya siapa sih MUI itu? Tuhan kah dia? pasti bukan. tapi kenapa dia (MUI) kok berani2nya mengambil hak perogatif Allah SWT, dengan beraninya mencap suatu golongan yang tidak sepaham dengan dirinya (MUI) dianggapnya sesat. kayaknya MUI itu merasa dirinya paling benar saja, merasa paling Islam, tapi belum pernah terlihat muka2 Islam diwajahnya, sebenarnya anda itu mau mendamaikan umat atau malah sebaliknya mau mengadu dombakan umat?
    dengan mengeluarkan fatwa2 sesatnya terhadap orang lain, sehingga maraknya kekerasan2 yang menimpa kaum yang dianggap sesat oleh ANDA

  3. Kalau ingin mengetahui Apakah dan Siapakah Ahmadiyah berdasarkan hujjah Allah, hujjah nabi Muhammad saw. dan hujjah kitab suci-Nya termasuk hujjah Al Kitab Perjanjian lama dan perjanaian baru, bacalah buku panduan terhadap kitab-kitab suci agama-agama yang kami terbitkan berjudul:

    “BHINNEKA CATUR SILA TUNGGAL IKA”
    berikut 4 macam lampiran acuan:
    “SKEMA TUNGGAL ILMU LADUNI TEMPAT ACUAN AYAT KITAB SUCI TENTANG KESATUAN AGAMA (GLOBALISASI)”
    hasil karya tulis ilmiah otodidak penelitian terhadap isi kitab-kitab suci agama-agama selama 25 tahun oleh:
    “SOEGANA GANDAKOESOEMA”
    dengan penerbit:
    “GOD-A CENTRE”
    dan mendapat sambutan hangat tertulis dari:
    “DEPARTEMEN AGAMA REPUBLIK INDONESIA” DitJen Bimas Buddha, umat Kristiani dan tokoh Islam Pakistan.

    Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.

    • Cita2 MUI
    • Januari 16th, 2008

    Ass,

    Menurut saya, apapun alasan yang di berikan ahmadiyah, MUI tidak akan merubah sikap mereka, tentang sesatnya ahmadiyah. karena saya lihat, sebenarnya hanya rasa dengki dan iri MUI terhadap ahmadiyah. Coba perhatikan setiap kali MUI mengeluarkan Fatwa sesat, setiap kali itu pula MUI tidak pernah memberikan dasar-dasar apa saja yang membuat fatwa sesat itu. Atas dasar apa mereka menyatakan sesat ? apa dari buku ilmu bumi atau ilmu resep dapur, atau dari buku Microsoft ?

    Dan sekarang pun di th 2008 ini, setelah di kaji oleh Kejaksaan dll, dan semua keberatan MUI telah dijelaskan, dan semua orang yang berkompeten saat itu menyatakan ahmadiyah tidak menyimpang, tapi coba tengok MUI, tetap aja …. bebel.
    mungkin setelah kesambar petir … baru sadar kali.
    Cita2 MUI, ingin menjadikan indonesia ini seperti Pakistan atau Afganistan
    Kacian deh luh !

  4. MUI adalah manusia seperti kita. Mereka mempunyai perasaan layaknya kita. Jadi mohon untuk tidak menggunakan kata-kata yang kurang pantas untuk “didengar”.
    Kita tidak tahu kalau Tuhan menempatkan kita pada posisi seperti mereka…
    Rasululah saw. pun ketika dicaci-maki, dilempari kotoran, dihujat, dikafirkan, difitnah dll. beliau tetap menanggapinya dengan senyuman dan akhlaq. Bukankah kita pengikut Nabi Muhammad, Rasulullah Musshthofa saw.?
    (mohon direnungkan saja. Jazakumullah)

    • Mardudi Syaukir
    • Januari 19th, 2008

    Seharusnya komponen-komponen bangsa ini berwaspada. Janganlah mudah untuk memusuhi sesama anak bangsa. Kalau kita lihat sejarah dulu, penjajah selalu mengadu-domba sesama bangsa kita hingga mereka menguasai kita. Sampai sekarang ini mereka tidak berhenti. Sekali lagi perlu berwaspada dengan intrik-intrik yang dapat menyebabkan perpecahan bangsa. Bagaimana mungkin hati orang bisa dipaksa untuk menerima atau menolak sesuatu yang bertentangan dengan keyakinannya.

    • nur_blue
    • Januari 21st, 2008

    Akhi yang berbahagia, pernahkah kita bercermin? ataukah cermin itu sudah tak terpakai bahkan hilang dalam hati kita, untuk masalah ahmadiyah, kita ibaratkan motor honda, yang mengeluarkan ya pabrik honda, buku panduan penggunaan juga dari mereka, bisakah motor honda kita servis dengan menggunakan buku petunjuk dari vespa? apa jadinya? begitupun untuk hal ini, yang membuat kita telah menciptakan kita juga membuat buku petunjuk penggunaan kita dalam kehidupan( Al-Qur’an da Hadish Shahih ), juga menurunkan tukang servis kita yaitu rosul+nabi, dan pembawa risalah( dan mereka sudah ditraining dan mengikuti buku petunjuk yang sudah ada) termasuk mengartikan setiap langkah pada standard yang baku. begitu, mari kita berkaca…
    —————
    Moderasi: Saya ucapkan terima kasih atas saran akhiku ini.
    Saya sudah lama datang dan melihat-lihat ke “pabrik Honda” itu. Saya mendapati pembuatannya itu ternyata sesuai, 100% mengacu kepada aturan dari “buku petunjuk” itu. Kami juga berpedoman dengan Alquran yang sama. Alquran 30 Juz yang diturunkan oleh Allah kepada Rasulullah saw. [tidak setitikpun kami tambah-tambahi] Jadi merupakan salah paham jika menganggap kami tidak berpedoman kepada “buku petunjuk” itu.

    • nur_blue
    • Januari 21st, 2008

    oh ya ada yang lupa, kira-kira perusahaan honda akan menuntut kita, jika kita menjual honda tapi tidak menggunakan buku panduan mereka, atau membuat barang aspal, apakah mereka tidak marah???, lebih baik kalo mau buat sesuatu yang baru ya pakai acuan yang baru, desain yang baru, dan juga nama yang baru, jadi gak ada yang marah-marah.
    ———
    Moderasi: kalau perusahaannya sama, produknya sama, dan buku petunjuknya sama, kenapa harus pake nama lain?
    Bahkan kami sangat cinta kepada “produk Islam”, karena kami sangat mencintai Rasulullah saw. sebagai “pemandu” kami yang paling mulia. Kami mati-matian mempromosikan “produk” ini di tengah-tengah orang yang menganggap “produk” ini sampah. Kami memperjuangkannya agar “produk” ini dengan mengorbankan jiwa, harta, waktu dan kehormatan kami.
    Bagaimana mungkin kami akan berpindah ke “produk” yang lain yang belum tentu “perusahaan” itu merestuinya?

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: