Kebebasan Beragama yang Terusik


Sesungguhnya Tuhan itu bersifat RAHMAN. Dia tetap memberikan rizki kepada siapa saja –tanpa pandang apakah itu hewan, tumbuhan, maupun makhluk yang Dia anggap paling sempurna di muka bumi. Manusia dikaruniai akal oleh Allah Ta’ala untuk berfikir, menentukan jalan hidupnya, bahkan untuk mencari kebenaran yang telah Dia tanamkan di bumi.

Firman-Nya

Salah satu buktinya adalah Dia berfirman dalam Alquran Surat AlBaqoroh [2]: 256

“laa ikrooha fid-diin…” tidak ada paksaan dalam Agama.

Ternyata Allah ta’ala SANGAT bermurah hati kepada manusia. Walaupun Dia mengetahui manusia mana yang berada di jalan-Nya dan manusia yang “diluar” jalan-Nya, tapi Dia tidak serta merta memaksa agar “masuk” di jalan-Nya. Namun dengan kasih-sayang-Nya, Dia mengutus para Nabi untuk menyeru manusia menuju jalan-Nya. patut kita pikirkan juga, seandainya memang Dia berkuasa dan menginginkan agar ajaran-Nya itu dianut oleh semua umat manusia, maka apa susahnya Dia memberikan hidayah/petunjuk kepada umat manusia, apa susahnya Dia memberikan azab kepada umat-umat yang tidak “sepaham” dengan keinginan-Nya. Jawabannya adalah karena sifat MAHA PEMURAH-Nya itu lebih dominan dari pada sifat MAHA PERKASA-nya.
Kembali kepada masalah risalah yang disebarkan oleh para Nabi-Nya. Dalam benak saya, saya berfikir, “Mengapa Allah Ta’ala bersusah payah mengirimkan para utusan-Nya ke bumi ini, padahal setiap datang utusan-Nya itu pasti ditentang oleh kaumnya. Kenapa tidak langsung saja Dia memberikan Hidayah kepada kaum tersebut?”

Saya pun berfikir sejenak, “o….ternyata semenjak manusia diciptakan, manusia telah diberikan pilihan oleh Allah Ta’ala, apakah ia akan tetap berada di jalan-Nya ataukah ia akan tergoda oleh bujukan syetan.”

kembali kepada satu ayat Alquranul-Kariim yang telah disebutkan di atas –tidak ada paksaan dalam agama. Itu menandakan bahwa –sampai saat ini dan seterusnya– Dia tetap memberikan kebebasan manusia untuk berkeyakinan. Untuk itu, kita tidak perlu untuk “memaksa” orang lain untuk mengikuti keyakinan kita. Dan sebaliknya, orang lain pun tidak boleh memaksakan “keyakinannya” kepada yang lain. Karena hal itu berarti kita “melangkahi” perintah Tuhan.

Masih dalam ayat tersebut difirmankan:

“…qod tabayyanar-rusydu minal ghoyy

“…telah jelas jalan yang benar dengan jalan yang salah.”

Jadi nanti Allah sendiri-lah yang akan menampakkan golongan mana yang Dia anggap menyimpang dari jalan-Nya dan golongan mana yang masih selaras dengan ajaran-Nya.

Sunnah Rasulullah saw.

Dalam kehidupan Rasulullah saw. beliau tidak pernah memaksakan keyakinan yang beliau anut. Bahkan beliau saw. sangat menghormati keyakinan orang lain. Beliau saw. pernah bersabda: “barang siapa yang mengganggu orang kaffir dzimmi, maka berarti ia menggangguku”

Kaffir Dzimmi adalah orang yang berada dalam kategori bukan-Islam namun mereka tidak mengobarkan api peperangan. Mereka tinggal diantara umat Islam dengan tenang.

Dalam melakukan peperangan pun Rasulullah saw. hanya melakukannya –hanya– atas dasar wahyu dari Allah Ta’ala saja. dan sebab-sebab dimunculkannya peperangan adalah karena keterpaksaan, misalnya karena (1) dianiaya (2) dijajah [untuk meraih kemerdekaan] dan (3) membela hak kaum yang teraniaya dan meminta pertolongan.

Jadi tidak ada “kamusnya” ada pemaksaan berkeyakinan dalam zaman Yang Mulia Rasulullah saw.
Pancasila

Tentu kita mengetahui asas negara kita diantaranya:

[1] Ketuhanan Yang Maha Esa.

Ini berarti kalau seseorang itu ber-Tuhan, berarti dilindungi oleh Negara –Apapun agamanya.

[2] Kemanusiaan yang adil dan beradab.

Ini berarti manusia Indonesia tidak dibenarkan untuk “tidak berlaku adil” dan bertindak tidak sesuai dengan “adab”, misalnya berbuat anarkis kepada orang yang tidak sekeyakinan.

[3] Persatuan Indonesia.

Dari dulu kita bangga dengan Bhineka Tunggal Ika, walaupun negara kita terdiri dari berbagai macam agama, kepercayaan, keyakinan, suku, adat, budaya dll. namun ketenangan dan ketentraman bisa diraih.

UUD 1945

Dalam UUD 45 tertulis:

Pasal 27 ayat (1) Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan
pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan
tidak ada kecualinya.

Pasal 28A Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup
dan kehidupannya.

Pasal 28D ayat (1) Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama dihadapan hukum.

Pasal 28E Ayat (1) Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih
kewarganegaraan, memilih tempat tinggal diwilayah negara dan meninggalkannya, serta berhak kembali.

Pasal 28E Ayat (2) Setiap orang atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiranan sikap, sesuai dengan hati nuraninya.

Pasal 28I Ayat (1) Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui
sebagai pribadi dihadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar
hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat
dikurangi dalam keadaan apa pun.

Pasal 28I Ayat (4) Perlindungan, pemajuan, penegakan, dan pemenuhan hak asasi manusia dalah tanggung jawab negara, terutama pemerintah.

Pasal 29 ayat:
(1) Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa.
(2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk
agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan
kepercayaannya itu.

Nah, berdasarkan uraian tersebut, jika di antara warga negara Indonesia ada yang mendapatkan “penganiayaan” dari pihak lain, negara wajib melindungi mereka. Dan penganiayaan yang dilandasi dengan perbedaan pandangan dan keyakinan, saat ini sedang dirasakan oleh Jemaat Ahmadiyah di berbagai daerah. Kini saatnya negara bisa bertindak tegas menyikapi masalah ini. []

    • Ali
    • Desember 26th, 2007

    Webblog baru nih, Qaid Sahib?

    • Ali
    • Desember 26th, 2007

    Nomor satu dan kedua, nih! Yes!

    • isa333
    • Desember 26th, 2007

    Alhamdulillah beberapa hari yang lalu saya cari2 weblog yang cocok buat saya, yang nyaman, gak ribet, berbahasa Indonesia, dan cepat kebuka.
    Dan akhirnya saya temukan “wordpress.com”.
    Jazakumullah atas komentarnya… dan mohon dukungannya.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: