Azab Bagi Manusia yang Melarang Shalat


Kebebasan melaksanakan ibadah adalah hak setiap orang. Seseorang tidak boleh memaksakan atau melarang orang lain melakukan ibadah. Allah Ta’ala telah “mematri” ketentuan ini di dalam Alquranul Kariim:

“Aro-aytal-ladzii yanhaa. ‘abdan idzaa shollaa.” (Al ‘Alaq [96]: 10-11)

“Apa pendapatmu mengenai orang yang melarang, seorang hamba ketika dia mengerjakan shalat”

Di dalam ayat tersebut Allah Ta’ala seolah-olah menanyakan hal itu kepada manusia. Hal ini –biasa– Dia lakukan untuk menarik perhatian manusia agar fokus terhadap permasalahan tersebut. Selanjutnya dalam beberapa ayat selanjutnya disebutkan balasan bagi orang yang berbuat aniaya seperti itu:

Kallaa lail-lam yantahii lanasfa’am-bin naashiyah. naashiyatin kaadzibatin khoothi-ah. falyad’u naadiyah. sanad’uz-zabaaniyah.” (Al ‘Alaq [96]: 16-19)

“Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti [berbuat demikian] niscaya kami tarik ubun-ubunnya. [yaitu] ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka. maka biarlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya). Kelak kami akan memanggil malaikat Zabaniyah.”

Kesimpulannya, orang yang melarang untuk mengerjakan shalat, maka mereka akan mendapatkan azab. Bahkan ia juga ditantang Tuhan supaya memanggil golongannya. Karena biasanya seseorang terlihat berpengaruh apabila ia merupakan pemimpin satu golongan.

Tuhan menjanjikan kepadanya bahwa –pasti– malaikat akan dikirimkan untuk membinasakannya (jika tidak segera bertaubat dan memperbaiki diri). []

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: