Posted by: isa on: 6 September, 2008
A. PENTINGNYA PERHITUNGAN YANG JELAS DALAM MENGAWALI PUASA.
Ramadhan berawal pada hari Syak (Ragu-ragu) adalah terlarang, yakni seseorang merasa ragu-ragu pada tanggal akhir bulan Sya’ban, jangan-jangan Ramadhan barangkali sudah dimulai, maka ia mulai berpuasa, maka puasanya tidak jaiz[1], seperti yang diterangkan oleh hadits berikut ini :
Posted by: isa on: 6 September, 2008
Di Bulan puasa ini, seperti yang disunnahkan oleh Rasulullah saw– pelaksanaan I’tikaf tidak lepas dari rangkaian Ibadah beliau saw. Sampai mendekati waktu kewafatan beliau (saw) pun I’tikaf tetap beliau laksanakan. Bahkan pelaksanaannya ditingkatkan dua kali lipat. Apa pengertian dan Bagaimana pelaksanaannya? simak uraian berikut:
Posted by: isa on: 5 September, 2008
Dalam Bulan Ramadhan ini, tentunya pelaksanaan Shalat Tarawih ini tidak lepas dari rangkaian ibadah di bulan suci itu. Oleh karena itu akan dibahas sekelumit mengenai Shalat Tarawih ini.
A. PENGERTIAN TARAWIH
Shalat taraawih adalah shalat sunah yang dikerjakan umat Islam setiap malam pada bulan Ramadhan. Shalat ini dahulu dikenal dengan Qiyam Ramadhan. Istilah Tarawih tidak dipakai pada [...]
Posted by: isa on: 5 September, 2008
Beberapa Hal yang tidak membatalkan Puasa yaitu:
A. MENCIUM ISTRI/SUAMI.
Mencium tidak membatalkan puasa, namun ini dengan syarat bahwa ciuman itu tidak mengandung nafsu birahi. Apabila ciuman dilakukan dengan menyertakan nafsu, maka hal itu bisa menghilangkan pahala puasa kita. Karena salah satu fungsi puasa adalah untuk mengekang hawa nafsu.
Jadi apabila kita merasa bahwa ciuman yang akan dilakukan [...]
Posted by: isa on: 5 September, 2008
Ada beberapa hal yang dapat membatalkan ibadah puasa seseorang. Yaitu sebagai berikut:
A. MAKAN DAN MINUM DENGAN SENGAJA DI SIANG HARI
Sudah tentu hal ini akan membatalkan puasa seseorang, sebab salah satu unsur dilakukannya puasa adalah menahan makan dan minum. Hal ini dapat kita cermati dari ayat Quran berikut ini:
- … wa kulû wasyrobû hattâ yatabayyana lakumul-khoythul-abyadhu [...]
Posted by: isa on: 5 September, 2008
Menurut para ahli fiqih, puasa yang ditetapkan syariat ada 4 (empat) macam, yaitu puasa fardhu, puasa sunnat, puasa makruh dan puasa yang diharamkan.
A. PUASA FARDHU
Puasa fardhu adalah puasa yang harus dilaksanakan berdasarkan ketentuan syariat Islam. Yang termasuk ke dalam puasa fardhu antara lain:
a. Puasa bulan Ramadhan
Puasa dalam bulan Ramadhan dilakukan berdasarkan perintah Allah SWT dalam [...]
Posted by: isa on: 1 September, 2008
Mengenai Puasa dalam safar atau dalam perjalanan, Rasulullah saw. pernah memerintahkan kepada umatnya untuk memilih untuk berbuka maupun tetap melanjukan puasanya. Di lain waktu juga Rasulullah saw. mencontohkan kepada umatnya untuk berbuka. Dan di saat yang lain pula, Rasulullah saw. tetap berpuasa saat perjalanan. Mengapa hal ini begitu beragam? Mengenai hal ini, akan dibahas satu [...]
Posted by: isa on: 1 September, 2008
Berdasarkan data yang dikumpulkan dari Amir Wilayah Jawa Barat, ternyata terkalkulasi sebanyak 35 masjid yang sampai saat ini (Agustus 2008) tidak bisa digunakan untuk beribadah. Hal ini karena dibakar, dirusak maupun disegel oleh massa maupun aparat.
Saya secara pribadi merasa ngiris karena di bulan suci Ramadhan ini biasanya masjid-masjid tersebut penuh dengan dzikir-dzikir kepada Allah Ta’ala. [...]
Posted by: isa on: 1 September, 2008
A. MAKAN SAHUR
Aktifitas Hadhrat Rasulullah saw. selama bulan Ramadhan diantaranya makan sahur dibawah ini hadis-hadis yang menerangkan bahwa sahur adalah kegiatan yang penting untuk menyongsong ibadah puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Mengenai hal ini, Rasulullah saw. besabda:
‘an anasin ibnu malikin (rodhiyallohu ‘anhu) qôla: qôla RosûlaLlâhi (shollollohu ‘alayhi wa sallam), tasahharû fa-inna fis-sahûrî barokat(un) [...]
Posted by: isa on: 1 September, 2008
A. DEFINISI PUASA
Sebelum kita melakukan suatu hal, hendaknya kita memahaminya. Begitu juga dengan puasa akan kita lakukan, kita sudah seharusnya mengetahui makna puasa, baik dari makna dari kata puasa itu sendiri, maupun dari hikmah yang terkandung didalamnya.
Definisi Puasa/Syiam menurut bahasa adalah pengekangan/penahanan diri. Sedangkan menurut syara’ ialah pengekangan yang khusus, [...]
Komentator Blogku