Hal-Hal yang Membatalkan Puasa


Ada beberapa hal yang dapat membatalkan ibadah puasa seseorang. Yaitu sebagai berikut:

A. MAKAN DAN MINUM DENGAN SENGAJA DI SIANG HARI

Sudah tentu hal ini akan membatalkan puasa seseorang, sebab salah satu unsur dilakukannya puasa adalah menahan makan dan minum. Hal ini dapat kita cermati dari ayat Quran berikut ini:

- … wa kulû wasyrobû hattâ yatabayyana lakumul-khoythul-abyadhu minal-khoytil-aswadi minal-fajr(i). Tsumma atimmush-shiyâma ilal-layl(i)…-

“…..makan dan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam ….”(Al Baqarah: 187)

B.  MUNTAH DENGAN SENGAJA

Jika muntah sengaja dilakukan dengan alasan tertentu, maka puasa orang tersebut batal karenanya. Hal ini berdasarkan dari hadits berikut :

“Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah saw telah bersabda: “Barangsiapa terpaksa muntah, tidak wajib mengqadha’ puasanya; dan barangsiapa yang mengusahakan muntah, maka hendaklah ia mengqadha puasanya”.[1] (HR. Tirmidzi)

“Dari Abu Sa’id Al Khudri dimana ia berkata: Rasulullah saw bersabda: “Ada tiga hal yang tidak membatalkan orang yang berpuasa, yaitu: “Bekam (cantuk), muntah-muntah dan mimpi basah”.[2](HR Tirmidzi)

C. BERSETUBUH DI SIANG HARI

Hal ini membatalkan puasa kecuali pada malam hari seperti dalam Al Baqoroh :188

“… uhilla lakum laylatash-shiyâmir-rofatsu ilâ nisâ-ikum. Hunnâ libâsul-lakum wa antum libâsul-lahunna…”

“Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan istri-istri kamu”. (Al Baqarah: 188)

Dari ayat tersebut dibolehkan pada malam hari bulan Ramadhan bercampur dengan istri, sebab pada siangharinya bercampur adalah hal yang dilarang. dan bila seseorang bercampur pada sianghari, maka sanksinya adalah :

a. Memerdekakan roqobah,

b. Berpuasa dua bulan berturut-turut,

c. Memberi makan 60 orang miskin.

Hal ini, berdasarkan dari hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi berikut ini:

Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah saw., ia berkata, “Celaka saya ya Rasulullah”. Nabi Besar Muhammad saw bersabda, “Apakah yang mencelakakan engkau?” Jawab laki-laki itu, “Saya telah bersetubuh dengan istri saya pada siang hari dibulan Ramadhan”. Rasulullah saw bersabda, “Sanggupkah engkau memerdekakan roqobah?” Jawab laki-laki itu, “Tidak”. Rasulullah saw bertanya, “Kuatkah engkau berpuasa dua bulan berturut-turut?” Jawab laki-laki itu, “Tidak”. Kata Rasulullah saw., “Adakah engkau mempunyai makanan guna memberi makan enam puluh orang miskin?” Jawab laki-laki itu, “Tidak”. Kemudian laki-laki itu duduk. maka diberikan orang kepada Nabi saw. sebakul besar berisi kurma. Rasulullah saw bersabda, “Sedekahkanlah kurma itu”. Kata laki-laki itu, “Kepada siapakah? Kepada orang yang lebih miskin dari saya? Demi Allah, tidak ada penduduk kampung ini yang lebih memerlukan makanan selain dari kami seisi rumah”. Nabi Besar Muhammad saw tertawa sehingga terlihat gigi serinya, dan (beliau) bersabda, “Pulanglah, berikanlah kurma itu kepada keluargamu”. (HR. Bukhari dan Muslim) [3]

D. KELUAR DARAH ATAU NIFAS (DARAH SEHABIS MELAHIRKAN)

Dasarnya adalah hadits riwayat Bukhari berikut ini:

Dari Aisyah ra ia berkata, “Kami disuruh oleh Rasulullah saw mengqadha puasa, dan tidak disuruhnya untuk mengqadha shalat” (HR. Bukhari)

E. MENGHIRUP AIR DENGAN HIDUNG TERLALU DALAM

Hal ini dapat membatalkan puasa, dengan dasar hadits berikut:

‘Asham bin Laqith bin Shabirah (yang berasal) dari ayahnya dimana ayahnya berkata: “Saya bertanya: “Wahai Rasulullah, beritahukan kepada saya tentang wudhu’”. Beliau saw bersabda: “Sempurnakanlah wudhu’ itu, sela-selalah diantara jari-jari, bersungguh-sungguh dengan memasukkan air ke dalam hidung kecuali jika kamu sedang berpuasa”. (HR. Tirmidzi)[4]

Catatan Kaki:
[1] Moh. Zuhri Dipl. TAFL, Drs. H., dkk, TARJAMAH SUNAN AT-TIRMIDZI II, Semarang: CVAssyifa, 1992, hlm. 42, Bab orang yang muntah dengan disengaja

[2]  ibid

[3] Adib Bisri Mustofa, TARJAMAH SHAHIH MUSLIM II, Semarang: CVAssyifa, 1993, hlm. 331, Bab haram hukumnya bersetubuh di siang hari.

[4] Moh. Zuhri Dipl. TAFL, Drs. H., dkk, TARJAMAH SUNAN AT-TIRMIDZI II, Semarang: CV As Syifa, 1992, hlm.112, Bab dilarangnya orang yang berpuasa untuk berlebih-lebihan dalam memasukkan air ke hidung.

About these ads
  1. Informasi yang bermanfaat…

    Isa: Jazakumullah ahsanal jaza, terimakasih

    • wongthai
    • September 7th, 2008

    SITUS YANG KEREN PALING SEKALI
    MARI SIMPAN GAMBAR KAMU DI DALAM “GAMBAR JAMBAN”
    HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA= http://gambarjamban.notlong.com/
    BARU MAKNYUSS!!

  2. hmm yoiii

    • Deka
    • September 8th, 2008

    informasinya-kurang lengkap tentang hal-hal yang membatalkan puasa, sebab banyak lagi hal-hal yang membatalkan puasa yang belum tercantum.

    Isa: Mohon Masukkannya. Jazakumullah ahsanal Jaza.

  3. kalo darah habis cabut gigi??

    (1) Di dalam Alquran, Albaqoroh [2]: 183 dan 184 dua kali tertera: “…fanam kaana mariidhon aw ‘alaa safarin, fa’iddatum-min ayyaamin ukhor” artinya “barangsiapa SAKIT atau dalam perjalanan, maka gantilah di hari lain”
    dari ayat tersebut, Allah Ta’ala telah memberi keringanan bagi orang yang sakit untuk tidak berpuasa. dan konsekwensinya, harus mengganti di lain hari.
    (2) Jika sakitnya menurut kita ringan, boleh saja kita teruskan berpuasa. Tapi kalau sakitnya bisa mempengaruhi seluruh badan, maka sangat dianjurkan untuk tidak berpuasa dulu.
    (3) kalau alasannya keluar darah terus, dan khawatir tertelan, lebih baik untuk tidak berpuasa dulu. (karena dalam Al Maidah ayat-ayat permulaan, difirmankan bahwa darah itu haram lho…)
    Intinya, kenapa kita tidak memanfaatkan keringanan yang sudah disediakan Allah?
    Keputusan ada dalam hati anda (Rasulullah saw: istaftii qolbaka/tanyalah kepada hatimu)

    • jhon koplo
    • September 9th, 2008

    assalamu`alaikum
    mo nanya nih, kalo pada waktu siang hari kita tidur dan mimpi basah gimana tuh? puasa batal atau boleh dilanjut?
    terima kasih
    wassalam

    Wa ‘alaikum salaam.
    (1) salah satu hal yang mengurangi pahala puasa: Pikiran kotor YANG DISENGAJA
    (2) salah satu yang membatalkan puasa: Bersetubuh di siang hari
    (2) Tapi Mimpi basah itu tidak termasuk diantara keduanya. Karena (a) mimpi basah itu tidak disengaja. kecuali kalau dibuat2 maka termasuk kriteria PIKIRAN KOTOR. (b) Kalaupun terjadi ketika kita berpuasa, –menurut saya– tidak mengapa, karena hal itu adalah alami dan TIDAK BISA DICEGAH.

  4. Mau tanya, kalau pd waktu puasa mengeluarkan darah di hidung alias mimisan tp tdk disengaja karena tiba-tiba keluardarah, gimana puasanya apa batal apa tdk? kesimpulanya mengeluarkan darah tapi tidak disengaja gimana hukumnya

    Isa: dulu saya pernah baca satu hadits, (maaf teksnya lupa), yang intinya, ketika berpuasa Rasulullah saw. pernah melakukan bekam (pengobatan dengan cara melukai kulit sehingga keluar darah, dan darah tersebut dihisap dengan menggunakan alat misalnya: tanduk)
    kesimpulan:
    (1) keluar darah yang “disengaja” seperti berbekam saja tidak apa-apa, apalagi tidak disengaja. Teruskan saja bila mampu. Kalau tidak kuat, lihat point (3)
    (2) Tapi kalau mengeluarkan darah dengan disengaja, dan tanpa maksud yang baik, maka namanya menganiaya diri sendiri, dan ini dibenci oleh Allah Ta’ala (innalloha laa yuhibbudz-dzolimuun/sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat aniaya)
    (3) Jika dihubungkan dengan penyakit, biasanya mimisan itu terjadi kalau kita sedang demam tinggi atau sangat kepanasan. Nah, dalam Al Baqoroh [2] 183 dan 184 difirmankan bahwa jika kita sakit, maka (janganlah berpuasa), tapi gantilah di lain hari. Maka jika kita mimisan dan badan kita merasa lemah dan sakit, alangkah baiknya kita mengamalkan ayat suci ini.

  5. Asalamu ‘alaikum
    mw tnya nih, kal0 pada bulan puasa kita 0nani disiang hari, batal g yah ??

    Isa: Tanggapan pribadi:
    (1) Tujuan puasa: Menahan diri dari nafsu. Sedangkan onani itu termasuk dalam kategori mengumbar nafsu. Jadi onani itu menyebabkan kita tidak bisa meraih tujuan dari puasa. Rasulullah saw sering bersabda “kalau banyak orang yang berpuasa, namun yang mereka dapatkan hanya lapar dan dahaga”.
    (2) Onani adalah sesuatu yang disengaja dan sensasinya “hampir” sama seperti ketika bersetubuh, namun juga tidak bisa dikategorikan bersetubuh. Jadi dikhawatirkan walaupun berpuasa, tapi tidak mendapatkan pahala puasa.
    (3) Sesuatu yang mengurangi pahala puasa: Pikiran kotor
    Jadi kesimpulan sementara saya, Onani tidak membatalkan puasa. Tapi MENGHILANGKAN PAHALA PUASA dan menjadikan tidak tercapainya TUJUAN PUASA.
    Intinya, tanyakan hatimu (Rasulullah saw: istafti qolbaka/tanyakan kepada hatimu) apa kita mau lapar+haus tapi tidak mendapatkan apa-apa?
    Atau ada lagi masukan dari para pembaca?

    • alex
    • September 13th, 2008

    sekedar menambahkan dari pertanyaan di atas:

    Adapun hal-hal yang bisa membatalkan puasa, dalam mazhab ini (MAlikiyah), ada 5 hal:
    1.Bersengga yang mewajibkan mandi.
    2.Keluarnya mani atau madzi karena ciuman, belaian, dan melihat/memikir-mikir (sesuatu yang menimbulkan syahwat) dan itu dilakukannya dengan sengaja dan terus-terusan.

    dari: http://www.pesantrenvirtual.com/ramadhan/009.shtml

    • nurul
    • September 20th, 2008

    Assalamualaikum wr wb
    mo tanya kalo kita bermesraan di bulan puasa sampai (maaf) orgasme walaupun tidak berhubungan intim, apakah juga membatalkan puasa dan sanksinya sama dengan berhubungan intim juga ? terima kasih

    (1) Dalam Alquran (Al Baqoroh [2]: 187) difirmankan: “Dihalalkan bagimu pada malam hari (pada hari) puasa (untuk) bercampur dengan istri-istrimu; mereka adalah pakaian bagimu dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui sesungguhnya kamu telah mengkhianati dirimu sendiri maka Dia kembali kepadamu dengan kasih sayangdan Dia memperbaiki kesalahanmu…. Demikianlah Allah menjelaskan hukum-hukum-Nya bagi manusia supaya mereka terpelihara (dari keburukan rohani dan jasmani).”
    (2) Di beberapa komentar sebelumnya telah dijelaskan, bahwa hal-hal yang memperturutkan hawanafsu (walaupun tidak sampai bersenggama) itu akan menghilangkan pahala puasa. Jadi puasa kita menjadi sia-sia.
    (3) Tidak. Sanksinya tidak sama. Syarat diberi hukuman adalah jika melakukannya [1] dengan sengaja & sadar dan [2] di siang hari ketika berpuasa.

  6. assalamu`alaikum
    mo nanya nih, kalo pada waktu siang hari kita tidur dan mimpi basah gimana tuh? puasa batal atau boleh dilanjut?dan apakah ada hukumnya dalam al-quran?
    terima kasih
    wassalam

    Pertanyaan ini sudah dijawab. Mohon lihat jawaban pada komentar “jhon koplo” pada 9 September, 2008 pukul 2:56 am di atas.
    Jazakumullah.

    • Heru Ekwanto
    • September 27th, 2008

    maaf mau nanya, jika suami istri bersetubuh pd mlm harinya, namun terlewat waktu makan sahur dan terbangun dari tidur sdh lewat masa imsak apakah msh diterima pahala puasanya? jika masih diterima, adakah batasan waktu yang menjadi toleransi tersebut? trims

    (1) Saya pernah baca dalam Hadits At-Tirmidzi, bahwa Rasulullah pernah ada dalam keadaan Junub (sehabis berhubungan namun belum sempat mandi) hingga waktu Imsak. Namun ketika akan melakukan shalat Shubuh, beliau mandi terlebih dahulu.
    (2) Kesimpulannya, hal itu pernah terjadi kepada Rasulullah saw. dan batasannya adalah sampai waktu Shubuh.

    • Heru Ekwanto
    • September 28th, 2008

    tambahan, jika terbangun lewat subuh sekitar jam 7 pagi lewat apakah msh bisa melakukan ibadah puasa?

    (1) Masih bisa. Hal ini Karena sahur itu hanya merupakan sunnah. Tanpa sahur-pun puasa masih bisa terus dijalankan.
    (2) tidak sahur, bukan masalah asal jangan lupa juga ya shalat Shubuh krn shalat Shubuh kan wajib… he…he…

  7. Mau nanya Kalau bersetubuh sih engga tp cuman pegang dan raba2 doang batal ga ya?

    • Indah
    • Juli 15th, 2009

    Kalau lagi puasa trus punya niat utk buka puasa tapi gak jadi. puasanya batal gak ? Thx.

    ——————–
    Admin: Tidak, karena salah satu yang membatalkan puasa itu ketika makanan/minuman sudah masuk dan tertelan dengan sengaja.

    • Lokli
    • Agustus 24th, 2009

    Bolehkah diterangkan, apabila saya bertemu dgn pacar saya,kemudian saya menciumnya di pipi sedangkan saya berpuasa dan sedar bahawa dia bukan muhrim kepada saya. Adakah betal puasa saya itu sedangkan ciuman saya tidak mengandungi unsur2 kotor.

    • robi
    • Agustus 29th, 2009

    ass
    apakah kita jika berpikiran kotor dan tanpa sengaja mengakibatkan kita mengeluarkan cairan kita , apa itu dapat membatalkan puasa? kan tidak disengaja hanya berpikir saja

    • sandra
    • September 1st, 2009

    mau nanya neh, klo keluar sperma karena disengaja ( onani ) puasa batal ga?

  8. kLo nonton film porno tp
    gk sampe kLuar sperma
    batal gk kLo kita sdang berpuasa…?

  1. No trackbacks yet.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.